|
Ekonomi dan Bisnis
Biaya Kebutuhan Air Bersih Rp.4 Triliun
Kamis, 13 Mei 2004 | 15:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia membutuhkan Rp 4 triliun per tahun untuk memenuhi kekurangan air bersih mulai tahun 2000 lalu hingga 2015 mendatang. Hal ini sesuai kesepakatan dari Millenium Development Goals (MDG) dan Sidang Umum PBB mengenai kebutuhan air bersih.
Menurut Dirjen Tata Perkotaan dan Perdesaan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil), Pantana Rantetoding, jika tahun 2000 masyarakat yang membutuhkan air bersih baru tercapai 41 juta atau 20 persen maka tahun 2015 mendatang ditargetkan 150 juta atau 60 persen. "Pada tahun 2015, jumlah penduduk yang mendapatkan pelayanan air minum mencapai 80 persen di perkotaan dan 40 persen di pedesaan," katanya di Jakarta, Kamis (13/5).
Paa tahun 2015, kata dia, jika penambahan penduduk sebanyak 108 juta jiwa maka jumlah penduduk terlayani air bersih menjadi 150 juta jiwa. "Karena, pada tahun 2000 baru mencapai 41 juta jiwa," tegasnya.
Saat ini masih timbul permasalahan untuk merealisasikan MDG. Disebabkan kondisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih mengalami krisis keuangan. "Saat ini dari 300 PDAM yang beroperasi sebanyak 91 persen dikategorikan kritis, serta hanya 9 persen yang dikategorikan sehat. PDAM yang tidak sehat rata-rata ekuitasnya tinggal 42 persen,“ ujarnya.
Danto – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|