|
Ekonomi dan Bisnis
Lembaga Keuangan Dunia Siap Bantu PDAM
Senin, 17 Mei 2004 | 16:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank), Bank Dunia (World Bank) dan beberapa negara maju seperti Belanda, Perancis, Spanyol, Italia, Australia dan negara maju lainnya telah menyatakan siap mengucurkan dana guna penyediaan air bersih dan program penyehatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sakit.
Indonesia membutuhkan Rp 4 triliun per tahun untuk
memenuhi kekurangan air bersih mulai tahun 2000 lalu
hingga 2015 mendatang. Hal ini sesuai kesepakatan dari
Millenium Development Goals (MDG) dan Sidang Umum PBB mengenai kebutuhan air bersih.
Menurut Dirjen Tata Perkotaan dan Perdesaan Departemen
Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil),
Patana Rantetoding, untuk menutupi biaya kekurangan
air bersih senilai Rp 4 triliun itu, pemerintah akan
berusaha mencari pinjaman dari dari negara-negara maju
tersebut. Selain itu Bank Dunia dan Bank Pembangunan
Asia telah siap mengucurkan bantuan.
"Kita juga akan cari dari APBN, pinjaman atau bisa
juga dari hibah dari luar negeri, dn kami juga
mengharapkan dari para investor, baik itu luar atau
dalam negeri," kata Patana di Jakarta, Senin (17/5).
Patana menjelaskan, semua negara sudah menyatakan
komitmen untuk mensukseskan MDG. "Jadi semua bangsa-bangsa dan negara maju seperti Belanda, Perancis, Spanyol, Italia, Australia dan negara maju lainnya sudah mempunyai komitmen atau target bersama untuk membantu negara yang sedang berkembang seperti Indonesia," ujarnya.
Selain itu, kata dia, ADB (Asian Development Bank) dan
World Bank juga sudah siap membantu kita dalam
mengucurkan dananya untuk pengadaan air bersih dan
penyehatan PDAM-PDAM yang sakit itu. "Besok (18/5)
dari ADB akan datang ke kantor kami, untuk
membicarakan masalah rencana bantuan untuk itu,"
katanya.
Ketika ditanya berapa dana yang akan dikucurkan,
Patana mengatakan hal itu kemungkinan besar akan
dibicarakan dalam pertemuan besok tersebut. "Dana
pinjaman itu kita akan bicarakan, termasuk berapa lama
jangka waktu pengembaliannya," jelasnya.
Sedang mengenai pengembaliannya, Patana mengutarakan,
biasanya berjangka sampai 20 tahun atau lebih,
tergantung perjanjiannya nanti setelah diputuskan.
"Yang pasti, kita akan kembalikan dalam bentuk uang
cash. \"Bukan dalam bentuk surat berharga atau
obligasi," kata Patana.
Sebelumnya dia menyatakan, air bersih sangat
dibutuhkan di Indonesia. Jika tahun 2000 masyarakat
yang membutuhkan air bersih baru tercapai 41 juta atau
20 persen maka tahun 2015 mendatang ditargetkan 150
juta atau 60 persen.
Danto – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|