Ancol Tawarkan Saham Perdana
Senin, 17 Mei 2004 | 16:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar 10 sampai 15 persen atau sekitar 127 juta saham.
Dengan penawaran saham perdana ini perusahaan di bidang rekreasi dan properti ini diharapkan bisa meraup dana sekitar Rp 120 sampai 180 miliar. Penjamin pelaksana emisi (underwritter) penawaran saham perdana ini adalah PT Danareksa Sekuritas.
"Kami masih melakukan evaluasi atas ekspektasi harga saham ini," kata Direktur Utama PJA, Budi Karya Sumadi kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/5). Ia menyebutkan perkiraan perbandingan harga saham dengan laba per saham (price earning ratio) sebesar 10 sampai 12 kali.
Rencananya perusahaan ini akan melakukan paparan publik pada 25 Juni serta penawaran awal ke publik pada 14 Juli mendatang. Budi mengharapkan PT Pembangunan bisa menjadi perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 26 sampai 30 Juli 2004.
Ancol juga akan melakukan penjajakan pasar (road show) ke Singapura pada 28 Juni ini. Budi mengatakan penjajakan pasar ini akan dilakukan kepada dua sampai empat investor besar. Sementara investor kecil rencananya sekitar 40 sampai 50 investor. "Kami belum menentukan investor yang akan dijajaki," kata dia.
Saat ini komposisi kepemilikan saham PT Pembangunan jaya Ancol masih dikuasai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (20 persen) dan PT Pembangunan Jaya (20 persen). Setelah penawaran umum, komposisi kepemilikan saham menjadi 68 persen milik Pemprov DKI, 17 persen milik PT Pembangunan Jaya dan selebihnya 15 persen milik masyarakat.
Peluncuran saham perdana ini, kata Budi, diharapkan bisa menyerap pasar lokal dan asing, masing-masing 50 persen. Selain itu, investor yang masuk adalah investor institusi. "Kami berharap lebih banyak asing," kata dia.
Budi mengatakan dana hasil penawaran umum ini sekitar 70 persen akan dipakai optimalisasi lahan. Luas lahan Ancol mencapai 60 hektar dan rencananya akan ditambah menjadi 100 hektar. Sementara sisanya, 30 persen akan digunakan pengembangan usaha rekreasi.
Saat ini, kata Budi, perusahaan sedang melakukan revitalisasi gelanggang renang menjadi Dunia Atlantis, Pantai Carnaval menjadi Beach Club Carnaval dan penambahan fasilitas rekreasi publik seperti beachpool, inner transportation dan pintu gerbang baru.
Menurutnya dana investasi untuk perbaikan fasilitas rekreasi ini mencapai Rp 50 miliar.
"Target kami adalah menjadi yang terbaik dan terbesar di Asia Tenggara untuk rekreasi," kata Budi. Selain keragaman fasilitas, lanjutnya, indikator lain adalah jumlah pengunjung yang mencapai 11 juta per tahun. Budi mengatakan perseroan akan menampilkan citra baru untuk menunjukkan perubahan statusnya sebagai perusahaan publik dalam lima tahun ke depan.
Pada kuartal pertama 2004, pendapatan perseroan mencapai 190 miliar. Proyeksi pendapatan sepanjang 2004 ini sebesar Rp 550 miliar meningkat dari Rp 434 miliar tahun 2003. Pendapatan ini 60 persen diperoleh dari rekreasi dan sisanya (40 persen) dari bisnis properti. Perseroan dalam 2004 ini juga mentargetkan laba bersih senilai Rp 104 miliar, meningkat dari Rp 84 miliar pada tahun lalu.
Yandi MR- Tempo News Room





