Bulog Belum Berencana Impor Beras
Rabu, 19 Mei 2004 | 17:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) belum berencana impor beras, saat ini. "Yang lain mau impor, silahkan saja. Kalau Bulog tidak," kata Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo, disela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu (19/5).
Menurut Widjanarko, pengadaan Bulog dari dalam negeri untuk gabah dan beras hampir mencapai 1,9 juta ton dalam bentuk beras, yang terdiri dari 2 juta ton gabah dan 50 ribu ton beras. Jadi, pihaknya saat ini belum terpikir untuk impor karena baru saja membeli gabah dan beras dalam jumlah besar.
Selama ini dikenal lima negara produsen beras terbesar di dunia yaitu Vientam, Cina, Amerika Serikat, India dan Thailand. Mereka mengantisipasi kebutuhan pedagang Indonesia menjelang pembukaan kembali impor beras awal Juli 2004. Pemerintah melarang impor beras sejak Januari lalu yang akan berakhir pada Juni 2004 ini, persisnya selama masa panen raya. Indonesia memang dikenal sebagai negara pengimpor beras terbesar di dunia, sehingga selalu diburu pedagang.
Berdasar data Departemen Pertanian AS, jumlah konsumsi beras dunia 2004-2005 akan melampaui jumlah produksi global. Produksi beras pada periode tersebut diperkirakan 401,8 juta ton atau meningkat 10,8 juta ton dari periode 2003/2004. Sedangkan, kebutuhan beras meningkat 5,2 juta ton menjadi 417,9 juta ton. Akibatnya, ada penurunan stok dunia sebesar 16,1 juta ton, dengan penurunan signifikan di Cina, Thailand dan Vietnam. Tapi Thailand diperkirakan akan kembali menjadi eksportir nomor 1 dengan jumlah yang diekspor mencapai 8 juta ton pada 2005.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room





