Pemerintah Akan Bangun Jembatan Ambon-Bandara Pattimura

Senin, 24 Mei 2004 | 15:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berencana membangun jembatan yang menghubungkan Kota Ambon dengan Bandara Pattimura sepanjang 1,8 kilometer dalam waktu dekat ini. Selama ini jalan dari Ambon ke bandara melalui perbukitan dan selalu berputar-putar.

"Kita sudah melakukan studi untuk itu, yaitu kita mulai dari Teluk Ambon tersebut," demikian dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana Wilayah Hendriyanto Notosoegondo di Jakarta, Senin (24/5).

Menurut Hendriyanto, rencana tersebut memang sudah ada dan sudah serius dibicarakan oleh semua pihak yang terkait. Bila jembatan tersebut terbangun, kata dia, akan mempersingkat jalan sekitar 40 persen dari 38 kilometer panjang ruas jalan bandara ke Ambon.

"Pokoknya dengan adanya jembatan itu, nanti akan terjadi kemudahan dalam perjalanan dan untuk pengembangan wilayah-wilayah yang layak dikembangkan secara ekonomi," jelasnya.

Sedang mengenai dananya, Hendriyanto mengatakan belum bisa memprediksikan berapa anggaran yang akan dikeluarkan dan dari mana saja biayanya akan diperoleh. Apa hanya dari pemerintah pusat, daerah, dan dari pinjaman atau bantuan luar negeri. "Tapi yang pasti, biayanya cukup besar," ujarnya.

Hendri menambahkan, sekarang ini pihaknya sedang mempertimbangkan secara bisnis, bagaimana nilai ekonomisnya, seperti keuntungan dan kerugiannya bila jembatan tersebut direalisasikan. "Misalnya kerugiannya itu kita masih mencari suatu tinggi bebas jembatan yang ekonomis, karena untuk diketahui bahwa di latar belakang jembatan itu masih ada pelabuhan laut," ujarnya.

Apalagi, lanjut Hendri, pelabuhan itu sampai saat ini masih dipakai sebagai basis di wilayah timur. "Jadi, mesti kita pikirkan bagaimana kapal itu bisa lewat, bila ada jembatan," ujarnya.

Semakin tinggi jembatan dibangun akan semakin mahal biaya yang akan dikeluarkan. "Karena itu, kita harus membuat suatu penilaian mana yang paling ekonomis. Juga di suatu pihak, fasilitas di sebelah hulunya tidak terganggu dan di lain pihak jembatan sebagai kebutuhan masyarakat bisa kita bangun secara bersama-sama," ujar Hendri.

Kemudian mengenai rencana pembangunan jembatan terbuka-tertutup, menurut Hendriyanto bisa saja dilakukan. Namun berdasarkan pengalaman, itu harus ditunjang dana operasi yang tinggi.

Tapi, tegas Hendri, jika pemerintah mampu membiayai pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut maka tidak akan ada masalah. "Tak akan jadi masalah, bila pemerintah ok, kita akan segera laksanakan pembangunannya," jelas Hendri.

Danto - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: