Indonesia Akan Imbal Beli dengan Korea
Senin, 24 Mei 2004 | 17:14 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Bulan ini, pemerintah Republik Korea (Korea Selatan) akan melakukan pembicaraan dengan pemerintah Indonesia untuk counter trade (imbal beli) produk masing-masing negara. Korea akan menambah 30 pesawat CN-235 untuk militernya, sementara Indonesia yang angkatan lautnya hanya memiliki dua unit kapal selam berumur lebih dari 20 tahun, tertarik untuk menambah dua kapal selam.
"Kemungkinan juga ada pesawat lain, saya tidak tahu pasti. Karena pembicaraannya adalah G to G (Government to Government). Saya hanya memberikan pertimbangan, produk kapal selam Korea sangat bagus," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) RI, Laksamana TNI. Bernard Kent Sondakh usai upacara serah terima dua helikopter dari PT. Dirgantara Indonesia kepada TNI AL di Bandung, Senin (24/5).
Menurut Kent, luasnya perairan Indonesia membutuhkan 12 kapal selam untuk menjaganya. "Tapi, delapan saja sudah bagus," kata Kent. Padahal, jika jumlah kapal selam bertambah dua, TNI AL baru mempunyai empat kapal selam operasional. Penambahan dua kapal selam itu saja sudah mengeluarkan anggaran cukup fantastis. Harga satu kapal selam Type 209 dengan bobot 1500 ton yang sudah lengkap, kata Kent, mencapai USD 300 juta (sekitar Rp. 2,736 triliun).
Rinny Srihartini - Tempo News Room





