PT Bukit Asam Temukan Cadangan Batubara 80 Juta Ton
Rabu, 26 Mei 2004 | 14:46 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk., Muliawarman, mengatakan pihaknya menemukan cadangan tambahan batubara sebesar 84 juta ton setelah melakukan eksplorasi di Bukit Bunian Sukamerindu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Dengan demikian cadangan batubara yang masuk dalam konsesi pertambangan PT Bukit Asam secara keseluruhan bertambah sehingga menjadi 7,4 miliar ton.
Dengan temuan cadangan batubara saat ini semakin memantapkan keyakinan PT Bukit Asam untuk rencana pengembangan produksinya di masa mendatang, khususnya dalam hal memenuhi permintaan ekspor dan juga menjamin kesinambungan pasokan melebihi produksi batubara saat ini, yaitu sekitar 10 juta ton per tahun.
Dari hasil data evaluasi geologi dan perhitungan cadangan batubara di lapangan, menurut Muliawarman, diketahui sekitar 75 juta ton atau 89 persen dari cadangan batubara yang baru ditemukan itu merupakan batubara dengan kalori di atas 6.800 Kkal/Kg (adb) dengan kandungan sulfur rendah (di bawah 1 persen) dan kandungan abu yang juga rendah (di bawah 8 persen). "Ini sangat cocok dan diminati oleh pasar ekspor," ujarnya Rabu (26/5).
Temuan cadangan batubara itu merupakan hasil eksplorasi yang dilakukan PT Bukit Asam melalui Ditjen Geologi dan Sumberdaya Mineral (DJGSDM) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bekerja sama dengan New and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang di wilayah Bukit Bunian dalam areal seluas 3.000 hektare.
PT Bukit Asam sendiri sudah mulai berkerja sama dengan NEDO Jepang sejak lama dan telah berhasil mendapatkan dan memastikan sumber daya batubara PT Bukit Asam di wilayah Arahan Utara, Arahan Selatan dan Banjarsari di Kabupaten Lahat, serta di Sigalut, Ombilin Sawahlunto.
Kerja sama pada periode ini berlaku untuk tiga tahun, mulai tahun 2002 dan berakhir tahun 2005. Eksplorasi Tahap I berlangsung tahun 2003 dan dipusatkan di areal Kungkilan Timur mencakup luas areal 4.000 hektare. Sedangkan Tahap II difokuskan di Bukit Bunian dengan luas areal 3.000 hektare.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room





