Telkom Luncurkan SLI 007
Senin, 07 Juni 2004 | 16:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah memperoleh lisensi Menteri Perhubungan 13 Mei 2004, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akhirnya meluncurkan layanan Sambungan Langsung Internasional (SLI)007. Manajemen Telkom memastikan secara rata-rata SLI 007 lebih murah 17 persen dibanding ketentuan pemerintah.
Direktur Utama Telkom Kristiono menambahkan dalam masa promosi tanggal 8-14 Juni 2004, Telkom memberikan percakapan gratis selama 7 menit, dan pada menit
berikutnya diberikan diskon 70 persen dari tarif normal 007.
"Selanjutnya 15 Juni 2004 sampai 7 Januari 2005 Telkom memberi diskon 6 persen dari tarif
normal 007," kata Kristiono dalam peluncuran SLI 007 di Nusa Dua, Bali, Senin
(7/6).
Ditanya perbandingan tarif SLI dengan produk sejenis dari PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat), Kristiono hanya mengatakan tarif SLI 007 lebih kompetitif.
Menurut Kristiono dengan basis pelanggan Telkom sebanyak 8,3 juta satuan sambungan telepon dan anak perusahaan seluler Telkomsel sebanyak 11 juta pelanggan, Telkom optimistis meraih 25 persen pasar SLI dalam masa satu
tahun. Total pasar SLI tahun 2003 sendiri tercatat sebesar Rp 1,5 triliun.
Ia mengatakan untuk dapat menyalurkan trafik ke seluruh negara di dunia, Telkom telah membangun Sentral Gerbang Internasional di Batam, Jakarta, dan
Surabaya. Selain itu Telkom juga membangun berbagai infrastruktur transmisi seperti sistem kabel laut serat optik dan gelombang mikro.
Sistem kabel laut yang telah dibangun antara lain jaringan Thailand- Indonesia-Singapura kerjasama Telkom dengan Singtel dan CAT. Telkom juga, ujarnya, telah bekerjasama dengan Telekom Malaysia untuk membangun kabel laut Dumai-Malaka yang diharapkan selesai akhir tahun ini. "Total investasi SLI sekitar 10-15 juta Dolar AS," imbuh Kristiono.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan kerjasama penggunaan SLI 007 dengan sekitar 70 pelanggan korporat. Layanan yang diberikan kepada pelanggan korporat, kata Kristiono, lebih bersifat kostumisasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. "Tapi mereka masih tetap dibebaskan menggunakan layanan dari operator (SLI) lain," tegas
Kristiono.
Ucok Ritonga – Tempo News Room





