BPEN: Ekspor Peralatan Rumah Tangga Rendah
Senin, 07 Juni 2004 | 21:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekspor peralatan rumah tangga Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami kenaikan. Walaupun begitu Ketua Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Deperindag Diah Maulidah mengatakan nilai itu masih rendah. Hal itu dikatakannya di Jakarta, Senin (7/5).
Pada 2001 jumlah peralatan rumah tangga yang telah diekspor mencapai US$ 1,21 miliar. Pada 2003 nilai ekspor mengalami kenaikan tipis menjadi US$ 1,22 miliar. Tapi dilihat dari 2002 nilai itu kenaikan yang cukup besar yaitu dari US$ 1,18 miliar.
Rendahnya nilai tersebut, kata Diah, bila dibandingkan dengan impor dunia yang besar dan tiap tahun mengalami kenaikan. BPEN mencatat pada 1988 impor dunia akan produk peralatan rumah tangga sebesar US$ 158,85 miliar. Dari 1999 sampai 2002 berturut-turut US$ 169,76 miliar, US$ 181,53 miliar, US$ 180,74 miliar, dan US$ 189,72 miliar untuk 2002.
"Sebenarnya jumlah itu masih bisa dinaikkan lebih dari itu," kata Diah. Belum maksimalnya ekspor barang-barang itu, lanjut dia, karena kurangnya promosi yang dilakukan. "Kita belum pernah mengadakan paket promo di luar negeri yang khusus memamerkan warehouse. Jadi belum banyak yang men-cover," katanya.
Sementara impor Indonesia sendiri untuk barang yang sama pada 2002 sebesar US$ 304,29 juta dan mengalami kenaikan sebesar 11,66 persen pada tahun berikutnya atau sejumlah US$ 339,78 juta.
Muchamad Nafi - Tempo News Room





