Pemerintah Siap Fasilitasi Distribution Center
Selasa, 08 Juni 2004 | 10:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mengembangkan dan memperlancar ekspor Indonesia ke luar negeri, pemerintah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi distribution center atau pusat distribusi di negara-negara tujuan. "Karena itu (pusat distribusi) sangat membantu meningkatkan ekspor kita," kata Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Departemen Perindustrian dan Perdagangan Diah Maulidah kepada Tempo News Room saat dihubungi lewat telepon selulernya, Selasa (8/5).
Bentuk fasilitas tadi, kata Diah, berupa tempat yang bisa digunakan sebagai pusat informasi sekaligus penyimpanan produk. Sehingga jika ada transaksi dalam jumlah kecil pengusaha yang bersangkutan tidak harus mengambil dari Indonesia. "Namun itu semua tergantung pada para pelaku swasta. Kita hanya memfasilitasi," katanya.
Menurutnya sampai saat ini para pengusaha tadi belum berani membangun pusat-pusat pendistribusian di sejumlah negara. Padahal data di BPEN menunjukkan dengan dibangunnya pusat distribusi tadi sangat meningkatkan transaksi perdagangan dengan negara-negara tujuan ekspor.
Pemerintah sendiri, Diah mengatakan, saat ini sudah mempunyai enam Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang berada Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika, Brazil, dan Afrika Selatan. Dari ITPC itulah para pelaku swasta tadi bisa menggunakannya sebagai tempat untuk mensuplai permintaan pengusaha setempat.
Selain ITPC, Diah juga melihat beberapa pelabuhan bisa dijadikan sebagai pusat distribusi. "Untuk Eropa, selama ini kan barang harus masuk ke Roterdam dahulu. Saya melihat beberapa pelabuhan baik untuk dijadikan sebagai pusat distribusi," katanya. Dia menyebut beberapa tempat seperti di Yunani, Skelovania, Hongaria, dan beberpa negara balkan lainnya.
"Memang harus diakui untuk membangunnya memerlukan biaya yang besar. Mungkin itu yang memberatkan para pelaku swasta," kata Diah. Oleh karena itu pemerintah akan mengusahakan pembangunan itu. "Tapi untuk sekarang sepertinya belum mungkin," ujarnya.
Idealnya, lanjut dia, pusat distribusi tadi terdiri dari trading house dan show room. Saat ini baru di Afrika Selatan yang sudah mempunyainya dan dinamai house of Indonesia.
Muchamad Nafi – Tempo News Room





