Lahat Dan Muara Enim Minta Saham PT BA

Selasa, 08 Juni 2004 | 17:07 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Kabupaten Lahat dan Muaraenim, Sumatera Selatan, tempat produksi batubara PT Bukit Asam Tbk meminta bagian saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk. Selama ini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan tersebut terkesan mengabaikan tuntutan masyarakat dan pemerintah setempat untuk memiliki saham tersebut.

Demikian diungkapkan utusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim Chairuddin Somad dalam paparan publik Penawaran Umum Kepemilikan Saham Pemerintah di
PTBA Tbk Lanjutan di Hotel Novotel, Palembang, Selasa (8/6). Paparan Umum tersebut dihadiri para pemegang saham dan jajaran Direksi PTBA, Deputy Kementerian BUMN Pandu Djajanto serta pihak Danareksa Sekuritas.

Dalam kesempatan tersebut Somad meminta kepastian kapan batas akhir penawaran kepada publik terutama untuk Kabupaten Muara Enim diprioritaskan.. Menurut Somad, Bupati Muaraenim sudah mengirim surat resmi kepada Dirut PTBA agar penjualan saham lanjutan PTBA diprioritasjkan kepada Kabupaten Muaraenim sebagai daerah penghasil batubara, yang dikelola PTBA. .

Ditambahkan Somad, sebenarnya Kabupaten Muaraenim sudah lama menuntut adanya pembagian saham sejak PTBA pertama kali menjual sahamnya di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) tahun 2003 lalu. Akan tetapi, pada waktu itu, kata Somad, hanya Pemprov Sumsel yang diprioritaskan.

Menjawab tuntutan Pemkab Muaraenim tersebut, Dirut PTBA Tbk Ismet Harmaini mengatakan, surat permintaan itu memang sudah ada, tidak saja dari Kabupaten
Muaraenim, tapi juga dari Bupati Kabupaten Lahat. "Dalam waktu dekat, kita akan rundingkan dengan Bupati Lahat dan Muaraenim, dalam waktu dua minggu sebelum hari penjualan saham di BEJ, kesimpulan perundingan itu akan tuntas," ujar Ismet Harmaini sembari menambahkan, tuntutan pembagian saham tersebut memang sesuai dengan asas otonomi daerah sekarang ini.

Arif Ardiansyah – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim