Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Nonsembako
Kamis, 10 Juni 2004 | 20:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mengantisipasi tekanan inflasi, pemerintah mewaspadai kenaikan harga barang-barang di luar sembilan bahan pokok. Menurut Menteri Koordinator perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro Jakti dalam jangka pendek inflasi akan lebih dipengaruhi kenaikan harga barang di luar sembilan bahan pokok, terutama kenaikan harga baja, tarif air minum, tarif telkom dan pertumbuhan sektor perumahan.
Sekalipun tahun ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan melebihi target sebesar 4.8 persen, Dorodjatun optimis akan mampu menekan tingkat inflasi di bawah target 6.6 persen. Namun hingga saat ini pemerintah tetap belum berniat menaikkan tingkat suku bunga. "Masih dalam analisa, tapi tidak ada pembahasan," katanya kepada wartawan seusai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta (10/6).
Selain mewaspadai tekanan inflasi, rapat terbatas juga membahas kelebihan likuiditas yang dialami perbankan di Indonesia. Saat ini kelebihan likuiditas diperbankan diperkirakan mencapai Rp 200 Triliun. Diantaranya Rp 140 triliun dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia dan Rp 40 triliun dalam bentuk fasilitas sertifikat BI (Fasbi). Kelebihan likuiditas ini terus diamati karena diperkirakan menjadi penyebab aksi-aksi spekulasi yang dilakukan kalangan perbankan.
Untuk mengurangi kelebihan likuiditas, kementrian BUMN dengan BI telah menyepakati tim penjaminan penyaluran kredit ke sektor mikro. Dengan kebijakan ini diharapkan permasalahan agunan yang selama ini menjadi penghalang penyaluran kredit akan terselesaikan.
Sapto Pradityo - Tempo News Room





