Peningkatan Rating Utang Tidak Mendongkrak Rupiah

Jum'at, 11 Juni 2004 | 14:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Boediono mengatakan, peningkatan rating utang luar negeri Indonesia tidak akan mendongkrak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Saya kira dampaknya tidak akan sampai kesana,” katanya di Departemen Keuangan Jakarta, Jumat (11/6).

Pasalnya, kata Boediono, pergerakan rupiah tergantung dari berita-berita di media massa setiap hari. Berita kenaikan rating, katanya, tidak akan cukup menaikkan nilai tukar rupiah. “Kami serahkan ke pasar saja,” katanya.

Kemarin, pemeringkat utang luar negeri dari Jepang rating in investment menaikkan rating utang luar negeri Indonesia dari B- menjadi B stabil. Peningkatan rating itu dalam penilaian lembaga ini memprediksi akan bertahan dalam jangka panjang.

Kenaikan rating inipula, kata Boediono, tiak akan terlalu besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan investasi Indonesia. Menurutnya, rating utang yang bisa mewakili keadaan saat ini terjadi setelah pemilihan umum presiden. “Ini trend dari beberapa agen rating yang memberi nilai lumayan, jadi tidak menunggu kepastian dari segi politik,” katanya.

Pemerintah, kata Boediono, akan melaksanakan program yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2004 saja. Apalagi pemerintah sudah meminjam utang luar negeri sebesar US$ 1 miliar saat menerbitkan obligasi internasional. Disamping itu, katanya, dalam negeri sendiri ada beberapa target yang perlu dicapai terkait pinjaman dalam negeri.

Karena itu, respon dari luar terhadap peningkatan rating ini diserahkan ke dinamika pasar saja. Menurut Boediono, nilai rupiah sejak April lalu disebabkan oleh ketidakpastian diluar negeri seperti menguatnya dolar, membaiknya ekonomi Cina, meningkatnya harga minyak, serta gejolak politik akibat pemilihan umum presiden didalam negeri saat ini. “Kalau ini berlalu ya berlalu, biasanya pasar lebih dulu merespon dibanding agen rating,” kata dia.

Bagja Hidayat – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim