Pemerintah Usulkan Subsidi BBM 2005 Rp 22 Triliun

Senin, 14 Juni 2004 | 20:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mengusulkan pemberian subsidi harga bahan bakar minyak untuk 2005, Rp 22 triliun. Jumlah ini naik dibanding tahun ini yang diasumsikan sebesar Rp 14,5 triliun dengan perkiraan harga minyak mentah dunia US$ 22 per barel.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Darmin Nasution usai pembahasan subsidi BBM dengan Panitia Anggaran DPR di gedung parlemen, Senin (14/6) sore. Rapat ini urung menetapkan usulan pemerintah itu karena DPR meminta pemerintah merinci data lengkap konsumsi bahan bakar minyak tahun depan.

Subsidi BBM sebesar Rp 22 triliun itu dengan asumsi harga minyak mentah dunia sebesar US$ 24 per barel. Dengan subsidi sebesar itu, kata Darmin, diasumsikan tak ada kenaikan harga BBM tahun depan. "Masih seperti sekarang sebesar Rp 700 per liter," katanya.

Dengan tak ada kenaikan harga itu, pemerintah mensubsidi setiap liter minyak sebesar Rp 1.000. Tahun depan pemerintah mengasumsikan konsumsi bahan bakar minyak sebesar 60 juta kilo liter dan minyak tanah 11,8 juta kilo liter. Konsumsi minyak tanah naik dibanding tahun ini sebesar 11,5 juta kilo liter.

Darmin mengakui kesulitan menghitung tingkat konsumsi minyak karena Pertamina belum mempunyai biaya rata-rata per liter BBM. Untuk tahun depan Pertamina memperkirakan biaya pokok produksi BBM per liter sebesar Rp 1.657. "Biaya ini naik karena ada kenaikan harga minyak mentah," kata Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Rachmat Drajat.

Angka-angka ini, sambung Darmin, masih bisa berkembang dalam pembahasan selanjutnya. "Ini masih wacana dan banyak perkembangan di Panitia Anggaran," katanya.

Bagja Hidayat - Tempo News Room)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: