Sampoerna Refinancing Utang
Jum'at, 18 Juni 2004 | 20:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT HM Sampoerna Tbk akan melakukan pembiayaan atas utang(refinancing) sebesar Rp 1 triliun yang jatuh tempo pada 2005. Perusahaan belum memutuskan sumber pembiayaan utang yang akan jatuh tempo ini.
"Kami belum memutuskan, tetapi penerbitan obligasi bisa menjadi pilihan," kata Direktur Utama perusahaan rokok ini, Michael Sampoerna usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Shangrilla, Jakarta, Jumat (18/6). Menurutnya kemungkinan pembiayaan atas utang ini akan diputuskan pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini.
Dalam rapat ini, Sampoerna juga membagikan dividen final sebesar Rp 120 per saham. Sebelumnya perseroan telah membayar keuntungan (dividen interim) sebesar Rp 120 per saham sehingga totalnya mencapai Rp 240 per saham untuk tahun 2003.
Selain itu, perseroan menyepakati adanya perubahan penggunaan sebagian dari dana yang berasal dari laba bersih perseroan tahun 2002. Semula laba bersih ini dialokasikan sebagai dana untuk pembelian kembali sejumlah saham dalam perseroan atau share buy back. Kemudian berubah menjadi dana yang akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan sebagai keuntungan tunai.
Dana yang dialokasikan ini sebesar kurang lebih Rp 350 miliar atau 80 per saham. Sisanya sebesar kurang lebih Rp 25,9 miliar dicatat sebagai laba ditahan untuk modal perusahaan. Dengan adanya perubahan ini, total keuntungan menjadi Rp 320 per saham. Sebesar Rp 120 per saham telah dibayarkan pada Mei 2004.
Perseroan juga akan melakukan penarikan sejumlah 117 juta saham dalam perseroan (2,6 persen) yang memiliki nominal Rp 100 per saham melalui program pembelian kembali
Yandi MR –Tempo News Room





