Fraksi Reformasi Tolak Miranda Goeltom

Senin, 21 Juni 2004 | 14:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Fraksi Reformasi DPR RI menolak Miranda Goeltom disahkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia oleh rapat paripurna DPR. "Kami minta beberapa klarifikasi dari Miranda Goeltom," kata anggota Fraksi Reformasi Hakam Naja disela Rapat Paripurna DPR, Senin (21/6).

Sidang paripurna pun sempat tegang. Rapat yang dihadiri 254 anggota dari 438 anggota, diwarnai pendapat yang menolak dan menyetujui sikap Fraksi Reformasi itu. Menurut Emir Muis, Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan, seharusnya permintaan klarifikasi dimintakan kepada anggota fraksi yang duduk di komisi keuangan.

Hakam Naja menjawabnya, ia sudah menjelaskan proses pemilihan Miranda oleh komisi keuangan kepada fraksinya. Namun, anggota Fraksi Reformasi yang lain tetap belum puas dan meminta penjelasan di paripurna.

Rapat akhirnya diskors 10 menit untuk lobi pimpinan fraksi. Lobi terutama untuk memutuskan apakah pengesahan Miranda Goeltom disetujui secara aklamasi ataukah melalui voting.

Hakam Naja menjelaskan, Fraksi Reformasi menginginkan Miranda Goeltom hadir dalam rapat paripurna untuk menjelaskan klarifikasi dari fraksinya. Klarifikasi itu meliputi kebenaran beberapa hal yang diduga dilakukan Miranda Goeltom, yaitu transaksi valuta asing ketika ia menjabat sebagai deputi gubernur BI bidang moneter; intervensi dalam pengujian direksi Bank Bali dan Bank Asiatic yang kini sudah dibekukan; keterlibatan Miran dalam pendirian beberapa perusahaan. "Saya sudah minta penjelasan soal ini, saat uji kepatutan dan kelayakan deputi gubernur senior, tapi penjelasannya sangat sedikit," kata Hakam.

Setelah diskors, rapat akhirnya memutuskan pengesahan Miranda melalui voting karena ada yang tidak setuju penentuan secara aklamasi. Wakil ketua DPR Tosari Wijaya, yang memimpin sidang, meminta berdiri bagi yang setuju disahkan dan tidak bagi yang menolak. Jumlah anggota yang ikut voting ini menyusut menjadi 169 orang.

Hasilnya, 140 orang menyatakan setuju rapat paripurna mengesahkan Miranda Goeltom menjadi gubernur deputi senior, 16 orang menyatakan tidak setuju, dan sembilan orang abstain.

Bagja Hidayat - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim