BNI Batal Akuisisi Permata
Senin, 21 Juni 2004 | 15:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Negara Indonesia (BNI) membatalkan niatnya untuk mengakuisisi Bank Permata. Hal ini diungkapkan Direktur Utama BNI, Sigit Pranomo pada wartawan di Jakarta, Senin (21/6). "Jika kita tetap beli 51 persen saham permata, CAR BNI bisa turun dari 18,4 persen menjadi 15 persen," ujar Sigit.
Sementara itu, BNI masih bermasalah dengan pembatasan pemberian modal kepada anak perusahaan. Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, maksimum penyertaan modal bank kepada perusahan anak adalah 10 persen. BNI sendiri telah memiliki anak perusahan seperti antara lain, BNI Security, BNI Life, dan BNI Multifinance. "Sehingga ruang kita untuk penempatan dana terbatas," tambahnya.
Dengan batalnya akuisisi ini pihak BNI akan melakukan kajian lain untuk pengembangan visi BNI secara non organik. "Kalau secara organik, sudah pasti kita lakukan, antara lain dengan pengembangan consumer banking," ujarnya.
Pengembangan visi secara non organik, menurut Sigit, terkait dengan pertumbuhan bisnis BNI. Yaitu dengan cara pemgembangan kemampuan yang ada atau melakukan akuisisi. "Akuisisi lembaga keuangan lain yang sudah siap lebih muda dan lebih cepat daripada membangun consumer banking dengan kemampuan sendiri," katanya.
BNI juga akan mempertimbangkan pilihan-pilihan lain. Namun, Sigit mengaku, tidak bisa mengatakan tentang perencanaan ke depan. "Setelah ini, Kita mau rencanakan akuisisi bank atau lembaga keuangan mana belum bisa kita ungkapkan karena merupakan bagian dari strategi," tambah Sigit.
(Mawar Kusuma-tnr)





