Indonesia Peringkat Ke-10 Mitra Dagang Malaysia

Senin, 21 Juni 2004 | 21:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian dan Perdagangan Malaysia Dato' Seri Rafidah Aziz mengatakan saat ini Indonesia menempati posisi ke-10 sebagai partner perdagangan terbesar dengan negaranya.

"Mencapai 2,7 persen dari total perdagangan Malaysia," kata Rafidah saat memberi sambutannya pada Malaysia-Indonesia Business Opportunities Seminar di Shangrila Hotel, Jakarta, Senin (21/6).

Menurutnya, nilai yang dicapai dari total perdagangan pada 2003 tersebut, yaitu mencapai US$ 5,1 miliar. "Ini 70 persen lebih tinggi dari pada lima tahun yang lalu," kata Rafidah. Sedangkan di antara negara ASEAN, tambahnya, Indonesia menempati peringkat ke tiga.

Rafidah mengatakan ekspor Malaysia pada 2003 meningkat mencapai 18,9 persen atau senilai US$ 2,1 miliar. "Ekspor utama kami antara lain bahan dan produk kimia, elektronik dan produk elektronik, minyak mentah, mesin dan aplikasinya," ujarnya.

Rafidah menambahkan, ekspor Indonesia ke Malaysia mengalami pertumbuhan yang signifikan pada 2003 sebesar 15,3 persen atau senilai US$ 2,9 miliar. Sedangkan produk utama yang diekspor dari Indonesia seperti elektronik dan produknya, bahan kimia dan produknya, manufaktur, serta kertas dan pulp.

Sementara Ketua Kadin Indonesia M.S. Hidayat mengatakan dengan diadakannya pertemuan ini diharapkan perdagangan antara kedua belah pihak semakin terjalin dengan erat. Apalagi kondisi Indonesia yang sedang membangun kembali pertumbuhan ekonominya. "Semoga kawan-kawan Malaysia dapat membantu dalam pemulihan ekonomi Indonesia," katanya.

Menurut Hidayat, Rafidah merupakan tipe menteri perdagangan dan industri yang diinginkan pengusaha. "Dia menjelaskan semua aturan dan regulasi untuk investasi. Saya kira tipe seperti itu yang kita inginkan," katanya. Dia menilai kebijakannya sangat mendukung terhadap peningkatan kerja sama antar negara.

Muchamad Nafi - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: