Komisaris Minta Permata Dijual Melalui Pasar Modal
Kamis, 01 Juli 2004 | 20:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisaris PT Bank Permata Tbk. meminta penjualan bank ini dilakukan melalui mekanisme pasar modal. Selain itu, jajaran komisaris dan direksi juga meminta dilibatkan dalam proses penjualan ini termasuk calon investornya.
"Kalau aset ini dijual ke pasar modal tentu akan menggairahkan pasar modal sebagai salah satu institusi untuk pembiayaan pembangunan. Investasi jangka panjang kan harus dari emiten, bukan perbankan," kata Komisaris Utama Bank Permata Aditiawan Chandra di Jakarta, Kamis (1/6).
Dalam pembahasannya dengan DPR, Perusahaan Pengelola Aset (PPA) diberikan keleluasaan menentukan pola penjualan Permata. Saat ini, penasihat keuangan ABN Amro masih mengkaji pola penjualan 97,66 persen saham Permata.
Sebelumnya PPA mengajukan tiga opsi penjualan kepada DPR, yaitu pertama, menjual 71 persen saham dengan 51 persennya dijual ke investor strategis dan 20 persen dijual melalui pasar modal ke investor terpilih (market placement). Kedua, Bank Permata dijual dengan pola 71 persen secara langsung dengan menggunakan harga premium. Terakhir, pemerintah melepaskan kepemilikan 97,66 persen saham Bank Permata untuk diserahkan kepada investor dengan harga sangat super premium. Hasil penjualan ini diharapkan bisa menambah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Aditiawan mengatakan penjualan saham ke pasar modal ini akan menambah komposisi pemiliknya sehingga bisa meningkatkan aktivitas pasar modal. Menurutnya pemerintah saat ini masih belum mempunyai cetak biru atas aset strategis seperti Bank Permata. "Alangkah indahnya kalau kita tidak dikejar kebutuhan menutupi APBN," kata dia.
Ia juga menegaskan supaya investor yang membeli Permata tidak menjual kembali dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun. Untuk itu, lanjutnya, kesepakatan pembelian akan lebih baik menggunakan lock up periode. "Kalau yang punya duit itu mau jual lagi, wah repot. Setelah, misalkan 1 atau 2 tahun lepas di pasar modal, apa artinya," kata dia.
Saat ini beberapa bank lokal dan asing sudah menyatakan minatnya untuk membeli saham pemerintah di Bank Permata. Terakhir, raksasa bisnis asal Singapura, Temasek, juga menyatakan minatnya membeli Permata melalui mitranya Bank Danamon. "Ini membuktikan bahwa Bank Permata memang bagus," kata dia.
Yandi MR - Tempo News Room





