Investor Minati Saham Merpati
Kamis, 29 Juli 2004 | 19:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih dari 20 investor telah menyatakan minatnya untuk membeli sebagian dari saham PT Merpati Nusantara yang akan dijual tahun ini. "Lumayan, cukup banyak investor yang berminat," ujar Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/7).
Namun Hotasi enggan untuk menyebutkan angka pasti dari jumlah invetor yang telah menyatakan minatnya. Selain investor lokal, katanya, juga terdapat beberapa investor luar yang berminat. "Ada yang terang-terangan menyatakan minatnya, tapi ada yang masih malu-malu," ungkap Hotasi. Dia berjanji akan mengumumkan nama calon investor setelah ada penunjukan FA.
Saat ini, menurut Hotasi, proses dari penjualan tinggal menunggu persetujuamn resmi DPR. Karena itu belum bisa diadakan pendaftaran calon investor secara resmi. Menurutnya, kebanyakan dari investor berasal dari bisnis penerbangan, finansial, dan konsorsium perjalanan.
Sebagian besar dari investor menginginkan dengan penjualan ini dapat terbentuk suatu sistem penerbangan yang bisa memberikan return jangka panjang, struktur rute dan pelayanan yang unik. Selain itu juga dapat mendominasi sektor industri domestik.
Merpati sendiri mengharapkan hadirnya investor yang bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan. "Dan yang nantinya pada waktu go public akan berikan nilai terbesar bagi pemerintah," tambahnya.
Menurut Nababan, kebanyakan dari investor menginginkan kepemilikan saham mayoritas. "Semua tergantung negosiasinya," ujarnya. Yang pasti pemerintah hanya bisa menjual sahamnya dalam program penjualan strategis ini sebesar 49 persen jika pembelinya adalah asing, dan sebesar 51 persen jika pembelinya adalah invetor lokal.
Dalam kesempatan tersebut Hotasi juga menyatakan keoptimisannya bahwa pihaknya akan meraih dana lebih dari Rp 600 milyar. "Tergantung dari proposal masing-masing investor setelah dievaluasi," tambahnya
Seperti diberitakan, Pemerintah akan menjual kepemilikan sahamnya di PT Merpati Nusantara Airlines lewat program penawaran saham perdana (IPO) lewat bursa pada 2005. Sebelum melakukan IPO, pada tahun ini pemerintah berniat menjual sebagian kepemilikan sahamnya kepada investor.
Mawar Kusuma - Tempo News Room





