Pergantian Direksi Garuda Mendadak Dibatalkan
Rabu, 04 Agustus 2004 | 09:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pergantian direksi PT Garuda Indonesia kembali terdengar santer. Namun, tanpa alasan yang jelas acara pelantikan pejabat baru yang sedianya dilakukan siang ini mendadak dibatalkan.
Sejumlah sumber Koran Tempo mengatakan, semula pelantikan akan digelar di kantor Kementerian BUMN pukul 11.00 WIB. Undangan telah dikirimkan lewat faksimile ke Garuda. "Isinya singkat saja," kata salah satu sumber, "harap hadir pada acara serah terima jabatan."
Anehnya, sekitar pukul 16.00, kembali dikirimkan surat pembatalan. "Isinya juga singkat," ujar sumber itu, "merujuk undangan sebelumnya, acara pelatikan dibatalkan."
Menurut dia, besar kemungkinan pembatalan disebabkan belum adanya kepastian siapa yang akan mengisi posisi direktur utama, menggantikan Indra Setiawan yang telah berakhir masa jabatannya pada 15 Juni 2003.
Kementerian BUMN kabarnya akan mengganti seluruh jajaran direksi, kecuali Direktur Teknik Ricard B.S. Untuk posisi direktur utama, tinggal dua nama yang santer disebut-sebut sebagai calon kuat, yaitu Komisaris Garuda Gunarni Soeworo dan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan.
Sementara itu, Wakil Dirut BNI Arwin Rasyid, Wakil Dirut Bank Danamon Emirsyah Satar, dan Dirut BEJ Erry Firmansyah tak lagi masuk daftar.
Samudra Sukardi, Managing Director PT Abacus Distribution System Indonesia (anak perusahaan Garuda), yang juga kakak Menteri BUMN Laksamana Sukardi, kemungkinan besar hanya akan ditempatkan sebagai wakil direktur utama.
Menurut sumber lainnya, Samudra semula dijagokan sebagai dirut. Tapi, karena dikhawatirkan mengundang kontroversi, Kementerian BUMN mengadakan posisi baru: wakil dirut. Posisi ini dinilai aman untuk Samudra. "Tinggal mencari orang untuk posisi dirut yang bisa bekerja sama dengan Samudra," ungkapnya.
Di sisi lain, tiga posisi direksi yang akan diganti bakal tetap diisi orang dalam Garuda. Direktur Keuangan akan dijabat Hendrito Harjono, Direktur Umum diisi Daan Ahmad, dan Direktur Operasi Kapten Ronggo Karyawan. "Satu posisi direktur niaga akan dijabat orang Bank Danamon," ungkapnya.
Deputi Menteri BUMN Ferdinand Nainggolan ketika dimintai konfirmasi mengaku tidak tahu ada rencana pelantikan direksi. "Siapa bilang ada pelantikan?" ujarnya. "Saya sedang menghadap Pak Menteri (BUMN). Telepon saya dua menit lagi." Namun, ketika dihubungi kembali telepon genggamnya tidak aktif.
Gunarni yang saat dihubungi sedang mengikuti rapat di Garuda juga menepis kabar pencalonan dirinya. "Tidak betul itu," ujarnya. Ia mengelak ketika ditanya lebih jauh.
Setali tiga uang, Hotasi menyangkal pencalonan dirinya. "Itu masih spekulasi," ujarnya lewat pesan singkat telepon seluler (SMS). Samudra pun mengaku belum dihubungi atau menerima undangan acara pelantikan direksi baru. "Tapi bisa saja last minute."
Ketika ditanyakan rencana pengangkatan dirinya sebagai wakil dirut, ia menolak menjawab. "Saya nggak mau ngomong dululah," ujarnya. "Kita lihat saja. Nanti pelantikannya nggak jadi, yang ada ributnya saja."
Taufik Kamil/Heri Susanto/Setri Yasra - Tempo News Room





