SBY Janjikan Pertumbuhan Ekonomi 6,6 Persen
Senin, 30 Agustus 2004 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Depok:Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjanjikan bila dirinya terpilih akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang saat ini hanya 4,3 persen menjadi 6,6 persen dalam kurun waktu lima tahun.
Ia juga berjanji akan menurunkan angka pengangguran dari dari 10,3 persen menjadi 5,1 persen dalam waktu limat tahun. Janji tersebut disampaikannya dalam silaturahmi dengan puluhan pimpinan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, di Hotel Wiyata Depok, Senin (30/8) siang.
Menurut Yudhoyono tim ekonominya telah mengkaji secara data empiris dan model-model ekonomi bahwa perekonomian Indonesia berpeluang berkembang, asal dibarengi dengan kerja keras dan deregulasi kebijakan yang adil dan komprehensif.
Dalam hal penetapan deregulasi tentang tenaga kerja Yudhoyono berharap tenaga kerja tidak hanya dipandang sebagai faktor produksi semata, tetapi juga sebagai human capital yang menentukan sebuah proses produksi, sehingga kaum pekerja juga mendapatkan perlakuan yang adil.
Pihaknya juga meminta kepada pemerintah saat menyusun strategi, kebijakan dan program-program
ketenagakerjaan hendaknya melihat tenaga kerja secara holistik dan komprehensif baik sebagai faktor produksi maupun faktor human capital sebagai modal pembangunan di masa yang akan datang.
Yudhoyono juga mengharapkan pendapatan per kapita yang sekarang baru US$ 900 per tahun bisa ditingkatkan dua kalinya atau US$ 1.800 per tahun. Angka kemiskinan yang mencapai 38 juta orang atau 18 persen diharapkan akan susut menjadi jumlah yang wajar.
Target perubahan ini, menurut Yudhoyono, memang dinilai ambisius. "Namun kalau menghendaki kesejahteraan rakyat kita memang harus ambisius," katanya.
Ramidi - Tempo News Room





