Setoran Laba BUMN Akan Berkurang

Kamis, 02 September 2004 | 19:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memperkirakan realisasi setoran laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berkurang dari asumsi semula sebesar Rp 11,5 triliun menjadi Rp 7,8 triliun.

"Kepemilikan pemerintah di beberapa BUMN berkurang karena sebagian sudah diprivatisasi," kata Deputi Menteri Negara BUMN Mahmuddin Yasin di gedung parlemen, Kamis (2/9).

Selain itu, kata Yasin, hingga semester satu ini perusahaan-perusahaan negara itu masih melakukan kuasi organisasi. "Jadi, meskipun untung, mereka masih harus menutup kerugian tahun sebelumnya," katanya.

Seretnya setoran laba BUMN itu sudah terlihat dari realisasi setoran laba pada semester satu ini. Hingga pertengahan Agustus lalu laba BUMN yang sudah masuk kas negara baru sebesar Rp 1,45 triliun atau 12,7 persen dari asumsi yang ditargetkan.

Dalam laporan realisasi pencapaian APBN 2004, pemerintah beralasan seretnya penerimaan dari pos itu disebabkan hingga semester satu berakhir perusahaan-perusahaan negara itu belum menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham. Akibatnya, laba yang harus disetor ke negara belum ditetapkan untuk setiap perusahaan.

Tapi, menurut Yasin, alasan merugi merupakan sebab kenapa setoran itu seret. "Sekarang BUMN masih ada yang rugi sehingga tidak bisa setor dividen," katanya.

Ia menunjukan realisasi setoran BUMN itu akan diperoleh dari 76 perusahaan negara dari 154 perusahaan yang seharusnya menyerahkan sejumlah keuntungannya ke pemerintah. "Sisanya masih rugi," kata Yasin.

Bagja Hidayat - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim