Indonesia Lakukan Sinergi Industri dengan Cina

Senin, 06 September 2004 | 19:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk mensiasati membanjirinya produk-produk 'jadi’ Cina ke dalam negeri, Indonesia melakukan sinergi industri dengan negeri tersebut. Caranya, dengan melakukan semacam perjanjian tak tertulis dalam pembagian sektor-sektor industri. "Kita bikin industri di hulu dan menengah sedang mereka (Cina) di hilir," kata Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Kris Hadisubroto di Jakarta, Senin (6/9).

Menurut Kris, langkah itu perlu dilakukan agar tercipta keseimbangan keluar masuknya produk dari Cina ke Indonesia. Sebab hanya dengan cara demikianlah Indonesia menyamakan posisi, tidak cuma sebagai negara tujuan ekspor Cina, tapi juga sebaliknya.

Sinergi itu telah terjadi pada industri pembuatan lilin. Untuk bahan bakunya, Indonesia mengirimkan ke Cina. Di negeri tersebut bahan itu diolah dan dikembangkan menjadi lilin jadi. "Indonesia bukannya tidak mampu. Tetapi produk kita hanya standard. Mereka bisa membuat lebih bervariasi," katanya.

Menurutnya, jika Indonesia juga dituntut harus bermain di industri hilir, tingkat kompetitifnya sangat rendah. Sebab kemampuan untuk itu belum ada. Selain itu juga high cost> produksi. Sedangkan Cina, lanjut dia, tidak bisa terlalu bersaing di sektor industri hulu ataupun menengah karena tidak mempunyai bahan bakunya.

Muchamad Nafi – Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: