Perkembangan Pelabuhan Indonesia Stagnan
Jum'at, 10 September 2004 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perkembangan industri pelabuhan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir kurang menggembirakan bahkan cenderung stagnan. "Perkembangan hanya tujuh persen per tahun," kata Agus Barlianto, Sekretaris Jenderal Aosiasi Pekerja Pelabuhan Indonesia di Jakarta, Jumat (10/9).
Menurut Agus, perkembangan ini jauh di bawah perkembangan negara Asia lain yang lebih di atas 10 persen. Sebagai contoh, pelabuhan Sanghai di Cina berkembang 36 persen per tahunnya, dengan jumlah peti kemas per tahun sekitar 5 juta. Sedangkan pelabuhan di Jakarta, Tanjung Priok, sampai saat ini jumlah peti kemas hanya sekitar 2 juta.
Menurut Agus, masalah pelabuhan Indonesai masih kompleks, mulai dari masalah pengelolaan hingga perburuhan. Masalah pengelolaan antara lain ketidakjelasan peraturan pemerintah tentang siapa yang berhak mengelola pelabuhan. Ada peraturan yang menyebutkan pelabuhan dikelola pusat, tapi ada peraturan terkait otonomi bahwa pelabuhan dikelola pemerintah daerah.
Sementara itu, masalah perburuhan antara lain lemahnya nasib buruh dan tidak ada perlindungan maksimal yang diberikan. Pemerintah hingga saat ini belum meratifikasi satupun konvensi ILO yang mengatur perlindungan bagi buruh pelabuhan.
Mawar Kusuma





