Pasca Bom Kuningan, Wisatawan Australia Meningkat

Selasa, 14 September 2004 | 17:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika menyatakan, meledaknya bom di depan Kedutaan Besar Australia di Indonesia, di kawasan Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu, tidak memberikan pengaruh signifikan bagi pariwisata negeri ini.

Arus wisatawan dari luar negeri tetap mengalir. Bahkan, khusus bagi wisatawan Australia, mengalami sedikit peningkatan pasca pemboman tersebut.

"Tidak terlalu pengaruh signifikan. Mungkin ada satu-dua pembatalan," kata Ardika kepada wartawan, usai menghadiri peluncuran buku Pesan untuk Presiden 2004-2009, di Istana Wakil Presiden, di Jakarta, Selasa (14/9).

Dia menyatakan, khusus untuk wisatawan Australia, sebelum meledaknya bom di Kuningan, yang datang ke Indonesia berjumlah 900 orang per hari. Tapi setelah tragedi bom itu, kata dia, jumlah wisatawan Australia malah mengalami sedikit peningkatan.

"Saya dilapori, tanggal 10-11 September, sesudah peristiwa itu, justru naik menjadi 1.200 orang per hari," katanya. Ardika menambahkan, hingga kini dirinya juga belum mendapatkan laporan adanya pembatalan pemesanan penerbangan atau penginapan oleh para wisawatan asing tersebut.

Dia menyatakan akan terus memantau perkembangan arus wisatawan ini selama seminggu pasca pemboman. "Itu kan baru efek satu-dua hari. Kita akan lihat dalam seminggu ini," katanya.

Ardika menambahkan, peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan sejumlah negara seperti Australia dan Amerika Serikat, terbukti tidak mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia.

Menurut dia, travel warning merupakan kewajiban dari suatu negara untuk mengingatkan warga negaranya masing-masing. Tapi di sisi lain, peringatan itu tidak mengekang kebebasan warga negaranya untuk menentukan pilihannya sendiri.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Ardika mengaku tetap optimis pariwisata Indonesia akan mencapai target akhir tahun 2004 untuk sektor ini, yaitu 5,1-5,2 juta pengunjung wisatawan mancanegara dengan target pendapatan mendekati US$ 5 miliar.

Ardika menjelaskan selama semester I 2004 sektor pariwisata mengalami peningkatan sebanyak 34,64 persen, lebih tinggi dari target semula yang ditetapkan sebesar 30 persen. “Peningkatan yang di atas target inilah yang membuat kami optimis target akhir tahun akan tercapai,” katanya.

Ardika memang belum mendapatkan laporan rinci bulan Agustus 2004, namun ia menjelaskan antara bulan Mei-Juni terjadi peningkatan jumlah wisman sebanyak 10 persen.


Yura Syahrul/Rina Rachmawati






Komentar Anda

Kirim