close

Bapepam Minta BEJ Awasi Ketat Pergerakan Saham

Rabu, 15 September 2004 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) meminta otoritas PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) untuk mengawasi secara ketat pergerakan saham, apalagi menjelang pemilihan umum presiden tahap kedua mendatang. "Tiap hari, Bapepam selalu meminta laporan transaksi saham dari BEJ. Bapepam selalu meminta laporan mengenai saham yang aktif diperdagangkan serta anggota bursa yang aktif melakukan perdagangan. Hampir tiap saham yang naik signifikan kita minta BEJ untuk melihat, siapa pemain di belakangnya," kata Ketua Bapepam Herwidayatmo, di Jakarta, Rabu (15/9).

Herwidayatmo mengatakan, beberapa hari terakhir ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan, dan sudah menembus level 800 lebih. Aktifnya perdagangan dipicu oleh transaksi yang dilakukan investor asing dengan saham unggulan atau blue chip stock. Transaksi anggota bursa asing dengan saham unggulan ini, memiliki kapitalisasi besar, sehingga memicu pergerakan indeks secara siginifikan.

Bapepam, lanjut Herwidayatmi, juga melakukan kerjasama dengan Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengawasi kemungkinan pencucian uang atau money loundering atau hal lain yang mencurigakan.

Pada penutupan perdagangan hari ini, indeks kembali menguat 6,47 poin pada level 815,486. Volume perdagangan di pasar reguler mencapai 3,98 juta lot saham dengan nilai Rp. 1,379 triliun. Saham yang membukukan kenaikan tertinggi, diantaranya adalah PT. International Nikel Tbk yang naik Rp. 300 menjadi Rp. 9.250, PT. HM Sampoerna Tbk yang naik 100 menjadi Rp. 5.950 dan PT. Astra Internatinal Tbk yang naik 100 menjadi Rp. 6.850. Saham teraktif adalah Bank Telkom yang mencapai Rp. 175,5 miliar, disusul Bank BCA yang mencapai Rp. 167,3 miliar.

Yandi MR - Tempo News Room

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan