Kenaikan Bunga The Fed Tak Pengaruhi SBI

Kamis, 23 September 2004 | 14:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan sejauh ini kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat The Fed sebesar 0,25 persen tidak mempengaruhi kenaikan suku bunga sertifikat Bank Indonesia.

"Belum ada pengaruhnya, kami akan lihat perkembangan berikutnya," katanya di sela Sidang Umum MPR di gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (23/9).

Burhanuddin mengakui kenaikan suku bunga di Amerika Serikat itu sendiri akan mempengaruhi ekonomi moneter di Indonesia. Oleh sebab itu, katanya, kenaikan suku bunga itu akan diperhatikan dan menjadi pertimbangan BI dalam membuat kebijakan.

Menurutnya, kenaikan suku bunga The Fed hanya satu faktor yang menjadi pertimbangan kebijakan moneter BI. "Jadi kami akan memperhatikan juga faktor lainnya," katanya. Faktor lain itu antara lain ada tekanan inflasi di dalam negeri.

Seperti diketahui Federal Reserve telah menaikan suku bunganya dari 1,5 presen menjadi 1,75 persen. Kenaikan ini dikhawatirkan akan memicu larinya modal di dalam negeri ke luar negeri.

Namun Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom menjelaskan, kenaikan bunga The Fed itu belum perlu direspon dengan menaikkan suku bunga SBI. Sebab, tekanan inflasi yang terjadi saat ini hanya akan berlangsung dalam jangka pendek karena ada sentimen posistif akibat pemilu yang aman menjelang puasa dan lebaran.

Bagja Hidayat - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: