Pemerintah Beri Tiga Opsi Kebijakan BBM

Jum'at, 24 September 2004 | 16:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintahan Megawati Soekarnoputri memberikan tiga opsi kebijakan bahan bakar minyak (BBM) kepada pemerintahan baru yang akan terbentuk bulan depan.

Tiga opsi itu adalah menaikkan harga BBM, menurunkan konsumsi BBM, dan menurunkan biaya pokok produksi minyak. Hal itu diungkapkan pejabat sementara Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu, di Jakarta, Jumat (24/9).

Namun, Anggito menolak memberikan penjelasan seputar kebijakan opsi tersebut jika pemerintahan baru memilih salah satunya. Sebagai contoh, jika salah satu atau kombinasi dari tiga opsi itu dipilih oleh pemerintahan baru akan menghemat biaya subsidi sebesar Rp 3,9 triliun.

Jumlah itu merupakan pengurangan dari asumsi subsidi BBM sebelumnya sebesar Rp 63 triliun menjadi Rp 59,2 triliun yang telah ditetapkan dalam APBN perubahan 2004.

Menurut Anggito, dana sebesar Rp 3,9 triliun itu akan dicadangkan dalam pos kebijakan dan tidak akan dikeluarkan untuk belanja pemerintah. “Jadi kalau opsi itu tidak dipilih pemerintah baru maka subsidi BBM tetap Rp 63 triliun,” kata dia.

Namun, Anggito menolak memberikan penjelasan lebih jauh tentang masing-masing opsi tersebut. Sebagai contoh, ketika Tempo menanyakan berapa konsumsi yang harus diturunkan agar pemerintahan baru mendapat penghematan subsidi itu, Anggito menjawab, “Tidak ada keputusan tentang itu, karena akan menimbulkan spekulasi.”

Jumlah subsidi sebesar itu memakai asumsi harga minyak sebesar US$ 36 per barel dan produksi minyak 1,072 juta barel per hari. Konsumsi BBM tahun ini diperkirakan sebsar 60 juta kiloliter.

Bagja Hidayat - Tempo






Komentar Anda

Kirim