Saham Baru Bank Niaga Diterbitkan Awal Tahun 2005
Senin, 27 September 2004 | 13:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank Niaga Tbk. siap menerbitkan saham baru (right issue) senilai Rp 1 triliun pada kuartal pertama tahun depan. Pembayaran kompensasi efek delusi terhadap saham pemerintah belum diputuskan.
Menurut Direktur Utama Peter B. Stock, dana tersebut bakal digunakan untuk memperkuat struktur modal perseroan, dalam memenuhi proyeksinya sebagai lima bank terbesar di Indonesia. "Sebenarnya kalau tahun ini bisa dilaksanakan kami bersyukur. Tapi kami siapnya kemungkinan kuartal pertama tahun depan," katanya, setelah peluncuran Bank Niaga Syariah di Hotel Mulia Jakarta, Senin (27/9) siang.
Rencana right issue, sedianya dilakukan November tahun ini. Peter mengatakan aksi korporasi tersebut sengaja dimundurkan, karena khawatir investor tidak mampu menyerap saham yang diterbitkan.
Menurut Peter, hingga kini, Niaga masih meminta persetujuan pemegang saham, khususnya PT Perusahaan Penjual Aset sebagai wakil pemerintah. Kendati lembaga pengganti Badan Penyehatan Perbankan Nasional tersebut prinsipnya sudah setuju, tapi minta Niaga membayar efek delusi dari penerbitan saham baru tadi.
Peter belum berani memastikan pembayaran efek delusi yang diminta. "Kami masih mengkaji keuntungannya," katanya.
Menurut dia, seandainya memang right issue tidak jadi, alternatifnya menerbitkan obligasi subordinasi. Besarannya belum ditentukan, karena right issue tetap jadi prioritas.
Yandi - Tempo





