AAF Ditutup, Karyawan Berunjuk Rasa
Rabu, 06 Oktober 2004 | 18:04 WIB
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Sejumlah karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja Asean SP AAF, Rabu (6/10), melakukan unjuk rasa menolak keputusan pemerintah Megawati menutup PT Asean Aceh Fertilizer (AAF). Penutupan itu, menurut mereka, bagian dari mengangkangi keputusan otonomi daerah untuk Aceh.
Unjuk rasa berlangsung tertib di halaman utama kantor PT AAF di Krueng Geukuh Lhokseumawe. Para karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja secara bergantian berorasi mengatakan bahwa penutupan PT AAF oleh pemerintah tidak beralasan.
“Itu keputusan yang tidak manusiawi yang dilakukan pemerintah pusat terhadap rakyat Aceh dan mana arti otonomi daerah,“ tegas Edwar Salim dalam orasinya.
Perusahaan yang memproduksi pupuk urea itu sudah sejak Agustus 2003 lalu tidak beroperasi menyusul terputusnya pasokan gas dari ExxonMobil, setelah serangkaian upaya negosiasi dengan pihak terkait belum membuahkan hasil.
Walaupun demikian, kata Edwar yang berposisi sebagai juru bicara Tim Krisis Asean, para karyawan akan terus memperjuangkan nasib perusahaan dengan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan SBY.
Imran MA - Tempo





