Pemerintah Akan Audit Rencana Bisnis PT Merpati
Minggu, 10 Oktober 2004 | 16:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Mulia Nasution mengaku telah menerima rencana binis yang diajukan PT Merpati Nusantara Airlines. "Tim di Ditjen Lembaga Keuangan sedang menyiapkan auditnya," katanya di Jakarta, Minggu (10/10)).
Pemerintah akan mengkaji rencana bisnis itu jika audit telah selesai. Sebab itu kini pemerintah sedang membahas penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit rencana bisnis itu. "Saya sudah kirim surat untuk penunjukan kantor auditor itu beberapa hari lalu," katanya.
Audit itu, kata Mulia, akan mengkaji kondisi keuangan dan prospek binis PT Merpati ke depan, termasuk rencana restrukturisasi perusahaan yang akan dilakukan pada perusahaan penerbangan milik pemerintah ini. "Ini semacam audit khusus, karena menyangkut kajian ke depannya juga," katanya.
Kajian rencana bisnis itu juga untuk menentukan apakah pemerintah akan mengubah piutangnya di Merpati sebesar Rp 225 miliar menjadi penyertaan modal. "Persetujuan konversi kan sudah di DPR, tinggal pelaksanaan saja, tapi bagaimana bentuknya kami akan kaji lagi dengan melihat audit itu," katanya.
Sebab, penentuan konversi utang Merpati itu tidak bisa dilakukan hanya sepihak oleh pemerintah. Merpati mempunyai utang ke tiga pihak. Selain pemerintah, perusahaan ini juga mempunyai utang ke Bank Mandiri dan PT Garuda Indonesia Airways. "Semua kreditur harus duduk bersama untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan setelah melihat hasil audit itu," katanya.
Menurut Mulia, pihaknya akan bertemu dengan para kreditur Merpati itu dalam waktu dekat ini. Namun, ia tak bisa memastikan kapan audit rencana bisnis itu akan selesai dilakukan. "Tapi harus selesai tahun ini," katanya.
Pemerintah, kata Mulia, akan menyeluruh mengkaji kondisi keuangan Merpati yang butuh dana segar Rp 600 miliar untuk menghidupkan kas yang tinggal cukup tiga bulan lagi itu. "Supaya uang pemerintah juga tidak hilang setelah dikonversi jadi modal Merpati," katanya.
Bahkan, kata Mulia, rute-rute penerbangan Merpati juga akan dikaji lagi. "Sementara ini Merpati hanya perintis untuk daerah timur," katanya. Pemerintah akan memikirkan apakah rute Merpati tak melulu merintis ke kawasan timur agar lebih menguntungkan.
Bagja Hidayat - Tempo





