Telkom Divre II Hentikan Pola Kerjasama Bagi Hasil

Senin, 11 Oktober 2004 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Telkom Divisi Regional II (Divre II) yang mencakup daerah Jakarta dan Jawa Barat akan menghentikan kerjasama Pola Bagi Hasil (PBH) pembangunan fasilitas telekomunikasi (fastel) dengan mitra kerja/ investor.

Selanjutnya, Telkom Divre II akan membangun sendiri Fastelnya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Divre II Telkom Kiskenda Sumahardja kepada wartawan setelah acara pengakhiran kontrak kerja sama dengan Pola Bagi Hasil (PBH) 3 dengan PT Quantum Bahana Enterprises, (8/10) di Jakarta.

Kerjasama PBH-3 dengan PT Quantum tersebut berakhir pada tanggal 22 September lalu dengan Masa Bagi Hasil selama 10 tahun 8 bulan.

Dari pembangunan Fastel PBH-3 dengan nilai investasi total sebesar Rp 101 Miliar tersebut, Telkom mendapatkan pendapatan telepon sekitar Rp 1,2 Miliar/bulan atau Rp 14,4 Miliar per tahun. Sebelumnya, yaitu tanggal 31 Maret, juga telah diselesaikan PBH 3 dengan PT Wahana Esa Sembadha dengan nilai total investasi Rp 89 Milyar.

Dengan berakhirnya proyek PBH 3 dengan kedua perusahaan tersebut, berarti Telkom Divre II telah menyelesaikan pembangunan 70 ribu sst dari rencana keseluruhan 393.600 SST yang akan dibangun.

Menurut Kiskenda, kebijaksanaan untuk membangun sendiri Satuan Sambungan Telepon adalah karena pertimbangan nilai feasibilitas. "Area sudah solid sehingga tidak mungkin dipecah-pecah lagi (untuk investor). Area yang strategis tidak mungkin kami mitrakan," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, pembangunan infrasturktur untuk layanan broad band juga akan dibangun sendiri.

Meskipun demikian, Kiskenda menuturkan masih terbuka kerjasama dengan mitra dalam bentuk join marketing dan pengoperasian.

Telkom, menurut Kiskenda, masih akan terus menambah SST nya di tahun-tahun mendatang. "Tahun 2005 kami akan membangun 150 ribu SST," ungkapnya.

Telkom, menurutnya, percaya bahwa sinergi kemitraan membawa dampak yang baik untuk semua pihak.

Kiskenda menjelaskan selain kerjasama dalam bentuk PBH dengan skema pembagian pendapatan 30 (untuk Telkom): 70 (untuk investor), saat ini Telkom juga menerapkan pola kerjasama lain seperti Build Operate Transfer (BOT) dan Pengembangan Penyediaan Layanan Telekomunikasi (PPLT). ?Skema (kerjasama) tersebut hampir mirip, hanya bedanya di pola ini mitra ikut mengoperasikan," paparnya.

Rina Rachmawati - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: