Bank Bumi Putera Jajaki Penerbitan Saham Baru

Senin, 11 Oktober 2004 | 15:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank Bumi Putera Indonesia Tbk menjajaki kemungkinan penerbitan saham baru (right issue) untuk meningkatkan struktur modal, liquiditas, serta meningkatkan komposisi saham publik di bursa. Bank ini juga mengkaji ulang rencana penerbitan obligasi sub ordinasi (subdebt) senilai Rp 300 miliar akhir tahun nanti.

Direktur Utama Bank Bumi Putera Winny E. Hassan mengatakan manajemen masih melakukan pembahasan dengan pemegang saham baru perseroan.

Menurutnya, pengkajian akhir koorporasi ini harus dilakukan secara lebih terencana dan mengikuti peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). "Supaya tidak ada susul menyusul aksi koorporasi," kata dia dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Jakarta, Senin (11/10) sore.

Kemungkinan kedua aksi koorporasi ini akan ditujukan untuk mempertahankan rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio (CAR) sebesar 12 persen. "Jadi apakah itu obligasi atau right issue arahnya adalah mempertahankan CAR sebesar 12 persen," katanya.

Winny mengatakan manajemen Bumi Putera, tetap mengharapkan obligasi sub ordinasi bisa diterbitkan akhir tahun nanti. Namun ia belum memastikan waktu penerbitan surat hutang ini karena menunggu pembahasan dengan pemegang saham baru.

Hingga September 2004 Bank Bumi Putera mayoritas dimiliki oleh Che Abdul Dain bin Haji Zanuddin (Tun Dain Zainuddin) sebesar 57,91 persen. Tun Dain menguasai saham Bumi Putera dengan membeli saham dana reksa pada 17 Mei lalu melalui ICB financial holding.

Sementara pemilik lainnya adalah AJB Bank Bumi Putera 1912 sebesar 41,02 persen serta masyarakat sebesar 1,02 persen.

Winnyi mengatakan, Bank Bumi Putera akan berupaya meningkatkan komposisi kepemilikan saham publik di bursa. Ia membantah, perseroan akan menjadi perusahaan tertutup (go private) mengingat kecilnya kepemilikan saham publik. "Kami bersama pemegang saham baru sedang menyusun langkah untuk meningkatkan kepemilikan saham publik dengan cara penawaran saham kedua (secondary overing) atau right issue," katanya.

Yandi MR - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: