Telkom Minta Perubahan Kode Akses SLJJ Ditunda

Senin, 25 Oktober 2004 | 14:34 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: PT. Telkom meminta pemerintah dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) agar menunda pemberlakuan penggantian kode akses Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) yang seharusnya mulai berlaku pada 1 April 2005, ditunda.

Usul penundaan ini disebabkan rumitnya perubahan teknis yang harus dilakukan PT. Telkom. Bukan hanya aspek teknis yang menjadi kendala namun aspek biaya perubahan yang mencapai Rp. 3,4 triliun itu, juga belum ada kesanggupan pemerintah untuk menanggungnya.

Hal ini diungkapkan Direktur Bisnis dan Jasa PT. Telkom, Suryatin Setiawan dalam loka karya mengenai perubahan kode akses yang di selenggarakan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Institut Tekhnologi Bandung (ITB) di Gedung Anex ITB.

Perubahan kode akses ini sebagai akibat dari diberlakukannya duopoly dalam penyelenggaraan bisnis SLJJ yakni PT. Telkom dan PT. Indosat sesuai UU No
36 tahun 1999.

PT. Indosat akan mulai mengoperasikan SLJJ mulai 1 Agustus 2005 dengan kode akses '011'. Sehingga jika dari Bandung akan menghubungi Jakarta harus menekan angka '01121'.

Suryatin menjelaskan kode akses SLJJ PT. Telkom yang sekarang dimulai dengan angka '0' diubah menjadi '017'.
Sehingga jika dari Kota Bandung akan menghubungi Kota Jakarta, pelanggan tidak lagi hanya menekan angka '021 + no pelanggan' tetapi menjadi '01721 + no pelanggan'.
Perubahan itu, kata dia, membuat PT. Telkom harus melakukan perubahan bahkan penggantian sentral. Dari sekitar 600 sentral yang ada sekarang, 400 sentral diantaranya harus diganti. Itu biayanya sangat tinggi.

Kalkulasi yang sudah dilakukan PT. Telkom biaya erubahan itu mencapai Rp. 3,4 triliun. "Telkom tidak mungkin menanggung biaya itu karena akan berpengaruh
pada harga saham dan pajak. Kami juga tidak mau menimpakan beban itu kepada konsumen," kata Suryatin.

Namun Kusmarihati dari BRTI menganggap permintaan atau usulan PT. Telkom itu sebagai mengada-ada. Karena perubahan kode akses itu sudah diputuskan
sejak diberlakukannya UU No. 36 tahun 1999. "Seharusnya sekarang mereka sudah siap" katanya.

Perubahan kode akses menjadi 3 digit menurut Kusmarihati dilakukan untuk menuju ke kompetisi penuh. Sehingga antara Indosat dengan Telkom terjadi kesetaraan dalam menjalani persaingan "Kalau kode akses Telkom tetap satu
digit, '0', pelanggan akan cuma memilih Telkom karena lebih gampang. Ini kan tidak fair untuk Indosat," tegasnya.

Sementara itu Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman yang hadir dan juga memberikan paparan dalam loka karya tersebut, setuju dilakukan penudaan perubahan kode akses PT. Telkom itu.

Alasannya karena hal itu akan berdampak juga terhadap pelanggan. "Tapi jangan dibatalkan langsung.
Dan sebaiknya dibicarakan ulang," kata Menristek.

Rinny Srihartini - Tempo






Komentar Anda

Kirim