Inflasi Oktober 0,56 Persen
Senin, 01 November 2004 | 20:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2004, 0,56 persen. Dengan demikian, inflasi tahun kalender 2004 (Januari-Oktober) adalah 4,38 persen. "Inflasi ini disebabkan naiknya harga seluruh komoditas barang dan jasa," kata Kepala BPS, Choirul Maksum di Jakarta, Senin (1/11).
Seluruh komoditas mulai dari bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, listrik, gas dan bahan bakar, komoditas sandang, pelayanan kesehatan, biaya pendidikan, dan lainnya, naik harga. Hal ini terutama dipicu meningkatnya permintaan kelompok makanan yang diakibatkan meningkatnya permintaan pada bulan puasa," ujar Choirul.
Choirul menyatakan pada bulan puasa dan lebaran inflasi akan meningkat. Ia mencontohkan inflasi Oktober 2003 mencapai 0,55 persen atau hampir sama dengan inflasi Oktiber 2004 yang 0,56 persen. "Nah untuk November inflasi mencapai 1,01 persen. Maka besaran inflasi bulan yang akan datang juga sekitar itulah," urainya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin menyatakan inflasi dari bulan yang sama tahun sebelumnya ke bulan sekarang mencapai 6,2 persen dan dari Januari sampai September sekitar 3,8 persen. Apabila bisa dijaga selama tiga bulan terakhir yakni Oktober-Desember 2004, inflasi hanya 3 persen, maka inflasi akhir tahun adalah sekitar 6,8 persen atau dibawah 7 persen. "Ini berarti sesuai target," ujarnya.
Aslim beranggapan kunci pemecahannya --menghadapi inflasi tinggi di waktu tertentu akibat naiknya harga berbagai kebutuhan-- ada pada upaya meningkatkan penawaran barang dan jasa dalam memenuhi permintaan yang ada.
Amal Ihsan - Tempo





