Indonesia Harus Mencari Energi Alternatif

Selasa, 02 November 2004 | 17:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia dinilai perlu mencari energi alternatif untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak di pasar internasional.

Menurut pengamat Energi Ariono Abdulkadir, saat ini adalah waktu yang tepat agar pemerintah mencari teknologi energi alternatif.

“Ini dilakukan agar ketergantungan kepada minyak mentah bisa berkurang,” kata Ariono dalam lokakarya konservasi energi di Jakarta, Selasa (2/11).

Dia menilai, dengan kenaikan harga minyak saat ini dari US$ 30 per barel menjadi sekitar US$ 55-60 per barel, pemerintah perlu mencari teknologi energi alternatif.

Sejak kenaikan harga minyak bumi pertama kali yang terjadi pada tahun 1973 di Amerika, tambah Ariono, ada kecenderungan harga minyak bumi tidak turun. Sehingga perlu diperkenalkan teknologi energi alternatif seperti dalam bidang transportasi dengan menggunakan biodiesel dan gasohol yang berbahan baku hasil pertanian dan perkebunan.

Sedangkan, untuk mengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat menggunakan batubara. “Batubara ini teknologinya sudah cukup berhasil dan usia teknologinya tua,” jelas Ariono.

dan pengembangan jenis-jenis energi substitusi. Ini sangat berbeda dengan tindakan berbagai negara seperti Amerika Serikat saat mengalami krisis energi tahun 1973.

Mereka mensosialisasikan program konversi energi keseluruh masyarakat dengan mematikan lampu dan AC setiap meninggalkan rumah atau ruangan, menurunkan pemanas selama musim dingin atau menaikan suhu ruang dengan AC agar menghemat energi. Kecepatan mobil juga dikurangi dari 75 mph menjadi 55 mph dengan sanksi hukuman dan denda bagi pelanggarnya. (muhamad fasabeni)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: