H-4 Angkutan Dialihkan Ke Jalur Selatan
Rabu, 03 November 2004 | 14:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mulai 10 November 2004 (H-4) sampai 14 November angkutan penumpang bukan umum dan angkutan barang dari arah timur menuju pantura dialihkan ke jalur selatan.
Pengalihan tersebut sesuai dengan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengenai pengaturan kendaraan dan jalan yang dapat dilalui atau tidak pada saat menjelang lebaran.
Selain itu, truk pengangkut bahan bangunan dan truk bersumbu lebih dari dua, truk tempelan, truk gandengan--kecuali untuk angkutan BBM, ternak, bahan pokok (beras, gula, pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, daging sapi, daging ayam dan telur), pupuk dan barang antaran pos--dilarang beroperasi.
Bila terjadi kemacetan, maka lalu lintas dapat diatur oleh petugas sesuai dengan kondisi lapangan dengan tetap memberi prioritas pada angkutan penumpang umum. Khusus ruas Cikampek-Pamanukan-Jatibarang-Palimanan dapat diberlakukan lalu lintas satu arah
Untuk sepeda motor hanya diperkenankan mengangkut 2 orang penumpang dan wajib menggunakan helm.
Mengenai jalan pantura, Djoko Sulaksono Kahumas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan menjelaskan kondisinya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi.
"Kami sudah lihat kondisinya. Jalannya sudah bagus. Tetapi masih ada 32,5 km diruas jalan Cikampek-Cirebon yang masih dua lajur."
Hal itulah yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto ditemui pada kesempatan lain mengatakan bahwa ada beberapa daerah yang perlu diperhatikan seperti pasar tumpah, pasar yang mengambil bahan jalan. Untuk mengantisipasi hal ini akan ada kerja sama dengan polisi.
"Kondisi jalan sekarang lebih baik dari tahun-tahun lalu," tambahnya lagi. nofi triana firman





