Pasokan Listrik Jawa-Bali Aman
Rabu, 03 November 2004 | 17:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasokan tenaga listrik selama periode hari raya Idul Fitri 1425 H dalam kondisi normal dengan cadangan terkecil sebesar 3.640 megawatt.
"Sebab beban puncak tertinggi pada hari H diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan dengan kondisi hari kerja," papar Manajer Perencanaan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali PLN, Singal Sihombing didepan anggota Gabungan Kelompok Fraksi (Gapoksi) VII DPR Jakarta, Rabu (3/11).
Singal menerangkan, beban puncak tertinggi pada hari H diperkirakan 9.100 megawatt dengan kemampuan pasok sebesar 12.740 megawatt. "Karena beban puncak saat hari H rendah bisa dikatakan pasokan listrik aman," kata dia.
Beban puncak listrik pada saat lebaran rendah karena banyak aktivitas industri yang tidak bekerja pada saat lebaran.
Namun, kata Singal, P3B PLN tetap menjaga tingkat kemampuan pasok sistem dengan larangan untuk mengadakan pemeliharaan yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan meluas berupa pemadaman selama periode Idul Fitri. "Kecuali pekerjaan perbaikan bila ada kerusakan," ujarnya.
Untuk menjaga pasokan, tambahnya, P3B juga akan membuat Standard Operation Prosedur (SOP) khusus dengan mengutamakan sistem pengamanan.
Ketua Gapoksi VII Idris Lutfi dari Fraksi PKS optimis pasokan tenaga listrik akan tetap memadai selama periode lebaran. "Bila pemakaian tenaga listrik saat Idul Fitri memang rendah seperti yang dipaparkan P3B," katanya.
Namun, dari hasil inspeksi mendadak gapoksi VII, jelas Idris, mereka juga mendapatkan temuan bahwa kemampuan pasok di pulau Jawa sudah berlebih, yaitu 14.328 megawatt. "Padahal kami mendapat info bahwa di Jawa masih akan dibangun lagi instalasi pembangkit listrik," ujarnya.
Untuk itu, Gapoksi VII akan mengusulkan agar pembangunan instalasi listrik lebih diutamakan untuk daerah luar jawa.
Inspeksi mendadak ini, merupakan kelanjutan dari sidak pertamina yang dilakukan gapoksi VII tadi pagi. Itu dilakukan oleh 19 orang anggota Gapoksi VII yang terdiri dari Fraksi PPP, Fraksi PAN, Fraksi PKS, Fraksi Demokrat dan Fraksi BPD. Idris mengungkapkan sidak ini sebagai bukti ke masyarakat bahwa DPR masih tetap bekerja meskipun ada masalah diinternal. rina rachmawati





