Presiden Sampaikan Tiga Strategi di Bidang Ekonomi
Jum'at, 05 November 2004 | 22:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan tiga strateginya di bidang ekonomi kepada kalangan dunia perbankan nasional. Strategi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali infrastruktur bagi penciptaan lapangan kerja.
"Tidak tepat kalau saya memberikan arahan. (Saya) ingin menyampaikan harapan dan ajakan untuk menyerasikan langkah kita ke depan," kata Presiden dalam pidato tanpa teksnya, di depan Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah, sejumlah deputi gubernur BI, dan pimpinan seluruh bank di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Jum'at (4/11).
Kata Presiden, staregi pertamanya di bidang ekonomi adalah, pencapaian pertumbuhan ekonomi rata-rata dalam jangka lima tahun adalah sebesar 6,5 persen. "Kita tahu cukup ambisisus, tapi perlu kita capai," katanya. Tapi pertumbuhan itu tidak lagi ditopang oleh peningkatan konsumsi, yang tidak stabil, melainkan oleh investasi dan ekspor.
Strategi kedua, mentransfer stabilitas makro ekonomi untuk menggerakkan sektor riil dan dunia usaha. "Termasuk di sini, kebangkitan kembali sektor mikro usaha kecil dan menengah, yang merupakan mesin dari pergerakan kembali dunia usaha dan sektor riil," katanya.
Strategi ketiga adalah, memenuhi hak dasar rakyat, yaitu pangan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk itu, kata Presiden, perlu mengembangkan revitalisasi pertanian dan ekonomi pedesaan, sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
Tiga strategi ini, menurut Yudhoyono, harus mengacu kepada kebijakan dan aturan yang dibuat. Presiden mengatakan, tidak boleh ada lagi aktivitas ekonomi yang tanpa kontrol dan kebijakan yang tidak tepat. Karena itu, diperlukan langkah bersama, sinergi, dan koordinasi antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal. "Saya mengundang Gubernur BI untuk berdiskusi secara berkala agar ada keserasian antara kebijakan fiskal dan moneter," ucapnya.
Yura Syahrul - Tempo





