RUPSLB Bakrie Sumatetra Plantations Setujui Right Issue

Kamis, 11 November 2004 | 21:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rapat umum pemegang saham luar biasa PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. menyetujui penawaran saham terbatas (right issue) senilai Rp 217,5 miliar.

Jumlah saham yang diterbitkan lebih dari satu miliar lembar saham dengan harga penawaran saham Rp 200 dan nilai nominal Rp 100. Ada pun rasio penerbitan saham delapan banding tujuh (8 : 7), yakni delapan saham lama mendapatkan tujuh saham baru.

Sebelumnya, Bakrie Sumatera telah melakukan stock split satu banding lima (1 : 5), sehingga jumlah saham menjadi sebanyak dua miliar saham.

Direktur Utama Bakri Sumatera Ambono Djanurianto mengatakan, alasan penerbitan saham baru itu karena kondisi ekonomi nasional yang membaik. Bakrie akan memanfaatkan momentum itu untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

“Dengan di terbitkannya saham baru mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang
sebelumnya sempat memiliki risiko tinggi,” kata Ambono.

Menurut Ambono, dana yang akan diperoleh dari penerbitan saham baru itu akan dimanfaatkan antara lain akan digunakan untuk mengakuisisi perkebunan karet seluas 4.400 hektarare senilai Rp 90 miliar di Lampung.

Selain itu, untuk mengakuisisi 85 persen pabrik kelapa sawit di Jambi senilai Rp 50 miliar. Kapasitas pabrik kelapa sawit ini menghasilkan 60 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Bakrie Sumatera juga akan mengalokasikan dana untuk belanja modal (capital expenditure) pembangunan pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara. Kapasitas pabrik ini mencapai 40-50 ton TBS per jam dan baru akan beroperasi pada Juni atau Juli 2006.

“Dana hasil penerbitan saham baru juga akan dimanfaatkan untuk membayar utang sebesar Rp 27 miliar yang akan jatuh tempo pada 2006,” kata Ambono.

Menurut dia, dengan akuisisi-akuisisi tersebut perseroan mentargetkan perolehan pendapatan akan meningkat menjadi Rp 80 miliar dengan laba bersih Rp 20 miliar.

Sementara itu, Bakrie Sumatera memperkirakan, penjualan tahun ini akan mencapai Rp 600 miliar. Sampai dengan kuartal ketiga tahun ini, penjualan mencapai Rp 448 miliar atau mengalami kenaikan 47 persen dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan laba bersih tahun ini ditargetkan mencapai Rp 100 miliar, dengan perkiraan tidak mengalami rugi kurs. Pencatatan kurs rupiah di awal pembukuan adalah Rp 8.400, sehingga dengan asumsi nilai kurs saat ini Rp 9.000, perseroan memperkirakan akan mengalami rugi kurs senilai Rp 30 miliar.

Meskipun diperkirakan akan mengalami kerugian akibat kurs, Ambono optimistis, Bakrie
Sumatera tetap akan meraih laba bersih tidak kurang dari Rp 80 miliar. Ini karena pertumbuhan perusahaan yang cukup tinggi.

Yuliawati






Komentar Anda

Kirim