Harga Minyak di Pasar Asia Merangkak Naik

Senin, 22 November 2004 | 12:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga minyak mentah ringan (light sweet crude pada perdagangan sesi siang di Asia (pukul 12.05 waktu Singapura) kembali merangkak naik.

Minyak untuk kontrak pengiriman Januari naik US$ 40 sen menjadi US$ 49,20 per barel dibanding harga minyak pada penutupan perdagangan Jumat (19/11) di New York Merchantile Exchange yang mencapai US$ 48,80.

Para dealer mengatakan, kenaikan harga minyak itu dipicu kekhawatiran pasar bahwa Amerika Serikat tidak akan mampu memenuhi permintaan yang tinggi selama musim dingin ini, karena stok bahan baker minyak di negara itu diperkirakan tidak mencukupi.

“Persediaan bahan baker minyak diperkirakan tidak akan cukup dan ini yang mendorong harga minyak naik,” kata Abdallah Kharma, Kepala Deputi Perdagangan Minyak Internasional China Aviation Corp. di Singapura.

Dia memperkirakan, harga minyak ada kemungkinan akan kembali melambung di atas US$ 50 per barel, jika pasar khawatir akan persediaan minyak.

Seperti diketahui, pada 25 Oktober lalu harga minyak mencapai rekor tertinggi dan mencapai US4 55,67 per barel.

Departemen Energi Amerika Serikat akhir pekan lalu melaporkan, persediaan minyak meningkat 800 ribu barel menjadi 292,3 juta barel selama sepekan sampai dengan 12 November. Namun, persediaan bahan baker minyak turun 1 juta barel menjadi 114,6 juta barel.

AFP/Grace - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: