Pemerintah Tak Jamin Bank BUMN yang Biayai Proyek Infrastruktur
Sabtu, 27 November 2004 | 03:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan bahwa pemerintah tidak akan memberikan jaminan kepada bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan membiayaan proyek-proyek infrastruktur.
Hal itu dikatakan Yusuf kepada wartawan menjawab pertanyaan mengenai permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar bank-bank BUMN bersedia membiayai proyek-proyek infrastruktur pemerintah.
"Pembiayaan infrastruktur apakah itu dari perbankan, dari multilateral, dan dari dana-dana pensiun, itu tanpa jaminan pemerintah," kata Jusuf, Jumat (26/11) di Jakarta.
Sebagai jaminannya, menurut Jusuf, pemerintah harus bisa meyakinkan bahwa proyek-proyek infrastruktur tersebut mempunyai tingkat pengembalian (Intenal Rate of Return/IRR) yang baik. "Nanti pasti juga swasta akan datang kembali," katanya.
Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Sugiharto mengharapkan agar likuiditas nasional tidak hanya digunakan dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat berharga saja, tetapi juga digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur pemerintah.
"Sehingga, nilai tambah infrastruktur nasional meningkat," katanya.
Sugiharto menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur untuk saat ini adalah sangat strategis. Menurut dia, beberapa tahun ini tingkat pertumbuhan infrastruktur lewat berantai dan pembangunan infrastruktur sangat tinggi. "Jadi keputusan pemerintah adalah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur," katanya.
Sugiharto mencontohkan, pembangunan infrastruktur ini bisa berupa pembangunan jalan raya, jalan tol, perumahan, terutama perumahan menengah kebawah. erwin daryanto





