“Efektivitas Pinjaman Bank Dunia Berkurang”
Selasa, 30 November 2004 | 23:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:”Efektivitasnya di bawah 20 persen,” kata Sri Mulyani. “Jauh dibanding 1980-an yang mencapai 30 persen.”
Menurut dia, pinjaman luar negeri setiap tahun dipakai untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun ini pun demikian. Utang luar negeri itu akan digunakan untuk menutup defisit sekitar Rp 30 triliun, yang setara dengan 1,5 persen produk domestik bruto.
Pemerintah semula merencanakan utang luar negeri sebesar Rp 8,5 triliun yang kemudian diturunkan menjadi Rp 3,1 triliun pada APBN Perubahan. Namun, dengan dipercepatnya pencairan utang dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) sebesar US$ 750 juta (sekitar Rp 6,5 triliun) bulan ini, besaran utang luar negeri kembali ke angka semula.
Percepatan itu terkait dengan penilaian dua lembaga multilateral itu yang menganggap pemerintah telah sukses menjalankan kebijakan ekonomi pascaprogram Dana Moneter Internasional (IMF) yang tercantum dalam white paper.
Yandi MR - Tempo





