|
Ekonomi dan Bisnis
Tarif Listrik Belum Naik
Rabu, 01 Desember 2004 | 16:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 40 persen pada awal Januari ternyata belum membuat Perusahaan Listrik Negara menaikkan Tarif Dasar Listri (TDL).
“Dengan asumsi kenaikan BBM hingga 40 persen, maka PLN butuh tambahan pendapatan Rp 8 triliun,” kata Eddie Widiono, Direktur Utama PLN, saat dengar pendapat di komisi VII DPR, Rabu (1/12).
Dia menambahkan, masih terlalu pagi untuk menentukan kisaran kenaikan TDL. "Kami baru melihat dampak kenaikan biaya BBM dan belum menghitung dampak dari peningkatan program pertumbuhan," tutur Eddie.
PLN saat ini sebenarnya tidak ingin membebani masyarakat. Maka untuk mencari tambahan pendapatan Rp 8 triliun tersebut, tambah Eddie, PLN akan berusaha menekan susut listrik hingga dua persen yang setara dengan Rp 1,2 triliun. Sedangkan sisanya akan meminta pada pemerintah untuk mencari cara menekan biaya produksi.
Eddie melanjutkan bahwa cara lain yang dimungkinkan adalah dengan meminta keringanan pajak. “Jika semua tidak bisa, baru kami akan minta kenaikan tarif,” jelas Eddie.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla memperkirakan, harga BBM mengalami kenaikan hingga 40 persen pada awal Januari 2005. Angka itu diperoleh dari perkirakan subsidi BBM yang akan dipertahankan pemerintah sebesar Rp 25 triliun.
Menurut Jusuf Kalla, hingga akhir tahun ini subsidi BBM mencapai Rp 70 triliun jika harga minyak masih diatas US$ 50 perbarel. (muhamad fasabeni)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|