|
Ekonomi
BPS: Inflasi November 0,09 Persen
Rabu, 01 Desember 2004 | 22:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dengan demikian, menurut dia, laju inflasi kalender Januari-November 2004 mencapai 5,31 persen. Sedangkan inflasi year on year selama periode November 2003 sampai November 2004 adalah 6,18 persen.
Inflasi pada November ini merupakan tingkat inflasi yang paling tinggi sepanjang tahun, karena terjadi peningkatan permintaan selama bulan puasa dan Lebaran. Namun, berdasarkan pengalaman tahun lalu, Desember inflasi akan turun atau lebih kecil dari inflasi bulan ini.
Karena itu, Choiril optimistis, laju inflasi tahun ini akan jauh di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2004. “Bahkan tingkat inflasi kemungkinan tidak akan mencapai 6 persen,” kata Choiril.
Tahun lalu, inflasi pada September mencapai 0,36 persen, Oktober sebesar 0,55 persen, November sebesar 1,01 persen, dan Desember sebesar 0,94 persen. “Polanya, inflasi pada November lebih besar dari Desember, Pola ini juga terjadi pada 2002 dan 2001,” katanya.
Menurut dia, pola yang sama juga akan terlihat tahun ini. Inflasi pada September mencapai 0,02 persen, Oktober sebesar 0,56 persen, dan pada November ini mencapai 0,89 persen. “BPS memperkirakan inflasi pada Desember akan lebih kecil dari 0,89 persen,” ujarnya.
Menurut Choiril, peningkat inflasi pada November terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa, yaitu bahan makanan naik sebesar 2,29 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,67 persen, kelompok perumahan, air listrik, gas, dan bahan bakar 0,25 persen, kelompok sandang 1,29 persen, kelompok kesehatan 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,48.
Berdasarkan data BPS, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama November adalah daging ayam ras, tarif angkutan antar kota, bawang merah, daging sapi, ikan segar, emas perhiasan, daging ayam kampung, telor ayam ras, beras, gula pasir, ayam hidup, kentang, tomat sayur, kelapa, ayam goring, tarif kontrak dan sewa rumah, sandang laki-laki, rempela/hati ayam, bayam, kacang panjang, labu siam, kacang tanah, tahu mentah, jeruk pepaya, pisang, semangka, bawang putih, ayam bakar, makanan ringan, mie, roti, semen, serta tarif pembantu rumah tangga.
Sedangkan dari sisi sumbangan terhadap tingkat inflasi, kelompok bahan makanan memberikan sumbangan inflasi bulan ini sebesar 0,54 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,12 persen, kelompok sandang 0,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,07 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,07 persen dan kelompok kesehatan 0,01 persen.
Amal Ihsan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|