|
Ekonomi
SCTV Akan Bangun 60 Stasiun Pemancar
Rabu, 01 Desember 2004 | 22:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: SCTV saat ini memiliki 32 stasiun pemancar, dua diantaranya merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah daerah Kutai, Kalimantan Timur dan Kebumen, Jawa Tengah.
”Kami memiliki 32 stasiun pemancar di 248 kota dengan potensi pemirsa sebanyak 158 juta orang,” kata Direktur Utama SCTV Wisnu Hadi pada paparan publik PT Surya Citra Media Tbk. (SCM) di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini.
Menurut Wisnu, sampai dengan Mei 2005, SCTV mentargetkan mengembangkan lima stasiun pemencar sehingga pada pertengahan 2006 sudah memiliki 60 stasiun pemancar baru. “Kebutuhan investasi untuk sekitar satu stasiun pemancar sekitar Rp 1,5 miliar,” katanya.
Kepemilikan SCTV saat ini 99 persen dimiliki oleh SCM. Sedangkan komposisi kepemilikan SCM sejak Januari 2003 adalah Citra Sacna sebesar 25 persen, Indika Multimedia 14,2 persen, dan publik 21,16 persen. Sisanya, dimiliki oleh Abhimata Mediatama.
Kepemilikan publik sebesar 21,6 persen sampai dengan Oktober 2004 diantaranya terdiri dari kepemilikan asing sebesar 74 persen dan lokal sebesar 26 persen.
Menurut Direktur Utama SCM Fofo Sariaatmadja, kepemilikan asing terus mengalami peningkatan dari sebelumnya. Pada Desember 2003, kepemilikan asing masih 72 persen dan lokal sebanyak 28 persen. “Ada kesenderungan terjadi peningkatan saham investor asing dalam porto folio di media Tanah Air yang cukup signifikan,” kata Fofo.
SCTV kini menempati tiga besar dari stasiun televise swasta di Tanah Air. Stasiun televise swasta ini tahun depan mentargetkan, audience share mencapai 17-18 persen. Saat ini audience share SCTV sekitar 17 persen.
Sampai dengan September 2004, SCM mencatat laba bersih Rp 56,594 miliar atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2003 yang mencapai Rp 69,976 miliar. Tahun depan, SCTV mentargetkan pertumbuhan iklan 10-15 persen. Sedangkan target sampai akhir 2004 Rp 960-970 miliar. Sampai dengan periode September 2004, pendapatan iklan mencapai sebesar Rp 711,82 miliar.
Yuliawati - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|