Asuransi Bintang Restrukturisasi Aset
Jum'at, 03 Desember 2004 | 14:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Restrukturisasi aset dilakukan terhadap aset tetap (fix asset) yang tidak diakui dalam laporan keuangan senilai Rp 14 miliar.
”Kami melakukan restrukturisasi terhadap aset yang tidak diakui dalam laporan keuangan. Aset itu dijual, sehingga masuk ke kas dan menambah RBC,” kata Ariyanti Suliyanto, Presiden Direktur Asuransi Bintang.
Menurut Ariyanti, sampai dengan kuartal III/2004, RBC Asuransi Bintang mencapai 109 persen. Dengan adanya restrukturisasi aset, maka Asuransi Bintang akan memenuhi persyaratan pemerintah RBC diatas 120 persen.
Sementera itu, perseroan ada kemungkinan tidak akan mencapai target pendapatan premi bruto akhir tahun ini. Perseroan ada kemungkinan mencapai premi bruto senilai Rp 160 miliar, meleset dari target sebelumnya Rp 190 miliar.
”Sampai dengan November 2004, pendapatan premi bruto baru Rp 140 miliar dan perseroan memperkirakan pada Desember Rp 20 miliar, sehingga sampai akhir tahun pendapatan realistis ada kemungkinan Rp 160 miliar,” ungkap Ariyanti
Penyebab tidak tercapainya target pendapatan itu, menurut dia, karena dua faktor penyebab. Pertama, terjadi kecenderungan turunnya tingkat suku bunga premi pada semua pelaku sebesar 30-40 persen. Kedua, karena perseroan sudah merencanakan mengurangi bisnis-bisnis yang dianggap memiliki risiko yang kurang baik untuk mengurangi tuntutan.
“Penurunan pendapatan memang karena kebijakan perseroan yang ketat untuk mengurangi risiko bisnis. Sekarang tren sudah membaik dan tahun depan kami perkirakan akan lebih meningkat,” katanya.
Perseroan pada 2002 berhasil memperoleh pendapatan premi bruto sebesar Rp 235,5 miliar dan pada 2003 sebesar Rp 196 miliar.
Yuliawati - Tempo





