Harga Dasar Gabah Kembali Digodok

Senin, 06 Desember 2004 | 18:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah saat ini kembali menggodok Harga Dasar Pembelian Pemerintah (HDPP) untuk gabah. Dari hasil penggodokan tersebut akan ditentukan apakah harga gabah akan naik atau tidak.

Direktur Umum Perum Bulog Wijanarko Puspoyo mengatakan, penggodokan ini berkaitan dengan evaluasi rutin dua tahunan. "Evaluasi selalu dilakukan minimal setiap dua tahun sekali," kata Wijanarko di Jakarta, Senin (6/12).

Setelah penggodokan itu, kata Wijanarko, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pergerakan yang status hukumnya inpres (instruksi presiden). Beberapa hal yang akan dipertimbangkan dalam inpres tersebut seperti jumlah produksi dan harga yang berkembang saat ini.

Wijanarko mengatakan sampai saat ini belum ada indikasi akan adanya kenaikan harga beras. Dia beralasan harga yang ditetapkan pada Desember 2002 lalu, sampai sekarang masih cukup tinggi. "Dengan harga Rp 2.790 per kilogram itu sudah diatas harga beras saat ini," katanya.

Dengan tegas dia juga mengatakan, rencana naiknya BBM tidak akan berdampak pada kenaikan beras. Sebab, lanjut dia, kenaikan harga beras yang tinggi pada akhirnya akan memicu tingkat penyelundupan. Sebab, harga beras internasional akan jauh lebih rendah. "Jadi harus hati-hati," ujarnya.

Muhamad Nafi - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: