RUPS Semen Padang Dibatalkan

Senin, 06 Desember 2004 | 19:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Semen Padang dibatalkan karena permintaan pemegang saham PT Semen Gresik Tbk., induk perusahaan dari Semen Padang.

"Secara rinci kami belum medapat penjelasan, tapi ada pemegang saham yang keberatan,"ujar Munadi Arifin, Sekretaris Perusahaan Semen Padang di ruang kantor Semen Padang, Senen (6/12).

Munadi menjelaskan, pemegang saham induk perusahaan terdiri dari pemerintah, publik dan Cemex. Selama ini, lanjutnya, perusahaan dan publik mendorong segera dilakukannya RUPS dengan salah satu agendanya pengesahan laporan keuangan. "Pemerintah selama ini oke saja. Jadi secara implisit, pemegang saham yang meminta penundaaan ya Cemex,"katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Kemungkinan RUPS ditunda sampai dengan pertengahan bulan ini atau sekitar tanggal 14 Desember. RUPS ini memiliki empat agenda. Pertama, persetujuan pemegang saham dari laporan keuangan Semen Padang hasil audit umum (general audit) tahun 2002-2003.
Kedua, pelepasan tanggung jawab direksi. Ketiga, proyeksi penggunaan laba, diantaranya pembagian dividen. Keempat, rencana restrukturisasi keuangan perusahaan.

Dalam rencana restrukturisasi utang, perusahaan membutuhkan total dana sebesar Rp 450 miliar untuk berbagai keperluan, diantaranya refinancing utang jangka pendek, yakni dari PT Bank Mandiri Tbk. Sebesar Rp 200 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 105 miliar.

Selain itu, upaya pendanaan untuk pembayaran sisa investasi pabrik di Indarung V sebesar Rp 97 miliar serta utang pembagian dividen sebelum tahun 2001 dengan total Rp 79 miliar.

"Bentuk opsi pendanaan belum dipikirkan,masih menunggu keputusan persetujuan terlebih dahulu," katanya.

Restrukturisasi utang dilakukan untuk membuat keuangan perusahaan lebih sehat dengan jatuh tempo yang lebih panjang. Kewajiban lancar perusahaan tercatat sebesar Rp 776 miliar dan kewajiban tidak lancar Rp 240 miliar.

Apabila laporan keuangan setelah audit disepakati, maka rencananya akan dilakukan pembagian dividen. Pembagian dividen mengikuti kebijakan induk perusahaan. Prosentase pembagian dividen Semen Gresik saat ini sebesar 45 persen dari laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan audit umum Semen Padang pada tahun buku 2002, perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp 77 miliar dan tahun berikutnya jumlah labanya yang dibukukan dikoreksi dari sekitar Rp 40 miliar menjadi sekitar Rp 22 miliar. (yuliawati)






Komentar Anda

Kirim